Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Timsus Polri Dalami Dugaan Ferdy Sambo Tembak Langsung Brigadir Yosua

Sabtu, 13 Agu 2022 - 14:12 WIB
Penulis : inilah
Editor : editorial inilah
0804 024102 98cd Inilah.com 1600x1067 - inilah.com
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).(Foto: Inilah.com)

Tim Khusus (Timsus) Polri mendalami dugaan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menembak langsung Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat. Langkah ini seiring telah disitanya beberapa barang bukti dari beberapa rumah yang memiliki kaitan dengan Ferdy Sambo.

“Semua masih didalami dan dianalisa oleh labfor (laboratorium forensik) dan penyidik, karena ada beberapa barang bukti kan baru disita oleh penyidik di beberapa lokasi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada inilah.com, Sabtu, (13/8/2022).

Dedi kemudian enggan mengemukakan barang bukti apa saja yang disita. Lebih lanjut, saat ditanyakan lebih spesifik apakah barang bukti itu meliputi sarung tangan hitam dan senjata yang diduga dalam genggaman Ferdy Sambo saat pembunuhan terhadap Brigadir J berlangsung, Dedi menolak memberikan tanggapan. Sebab, ia menyebut hal itu bagian materi penyidikan.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Polri Irjen Pol Andi Rian Djajadi juga menolak memberi jawaban rinci mengenai barang bukti yang telah disita tersebut.

“Itu materi penyidikan. Silahkan tunggu sidang pengadilan,” kata Andi.

Status Tersangka

Sebagaimana diketahui, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo telah menyandang status tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Hal ini diumumkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022). Brigadir J disebut tewas setelah ditembak Bharada E atau Richard Eliezer Pudihang Lumiu atas perintah Ferdy Sambo. Peristiwa ini terjadi di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Baca juga
Nokia Gugat Vivo, OPPO dan Realme Soal Pelanggaran Hak Paten Senilai Rp2,4 Triliun

Ferdy Sambo tidak disebut turut menembak, tetapi hanya sebagai pemberi perintah penembakan. Selain itu, Listyo mengatakan, jenderal bintang dua tersebut membuat skenario seolah-olah terjadi baku tembak dengan mengarahkan tembakan ke dinding rumah dinasnya. Tembakan ini menggunakan pistol milik Brigadir J.

Soal apakah Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J, Listyo menyebut, Timsus masih harus melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan pihak terkait.

Sebelum Ferdy Sambo, Timsus Polri lebih dahulu menetapkan Bharada E selaku penembak Brigadir J. Kemudian Bripka RR (Ricky Rizal) dan asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo yaitu KM (Kuwat Maruf) turut ditetapkan tersangka lantaran turut membantu dan menyaksikan ketika penembakan Brigadir J terjadi.

Misteri Sarung Tangan Hitam dan Senjata Ferdy Sambo

Namun, berdasarkan sumber Inilah.com, Ferdy Sambo merupakan penembak pertama Brigadir J. Dia menembak kepala ajudan dari istrinya itu.”FS (Ferdy Sambo) pelaku penembak kepala,” kata sumber itu.

Baca juga
Jakarta Banjir dari Zaman Belanda Diatasi Era Anies

Selanjutnya, selain Bharada E, Bripka RR disebut juga ikut menembak Brigadir J. Bharada E dan Bripka RR mendapat perintah ikut menembak guna memastikan Brigadir J tewas. Perintah ini terlontar setelah Ferdy Sambo menembaknya dari belakang.

Lebih lanjut, masih kata sumber, Timsus Polri sejatinya sudah mengantongi informasi mengenai Ferdy Sambo merupakan penembak pertama Brigadir J. Sebab, hal ini merujuk kesaksian Bharada E, yang menurutnya telah dihadapkan kepada Kapolri Sigit di rumah dinas. “Bharada E saat kejadian berada di tangga (rumah) dan melihat Sambo pegang senjata sementara Brigadir J sudah bersimbah darah di dekat Sambo,” terang sumber.

Kesaksian tersebut juga sesuai dengan pengakuan Bripka RR bahwa dia melihat Ferdy Sambo mengenakan sarung tangan warna hitam dan memegang senjata keluar dari kamar tidur rumah dinas. Bripka RR menjumpai hal itu ketika masuk ke kamar tidur Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi usai mendengar bunyi tembakan.

Baca juga
10 Fakta dan Mitos Tentang HIV/AIDS

Atas dasar itu, Kabareksrim Komjen Pol Agus Andrianto dibantu personel Brimob kemudian berupaya mencari sarung tangan hitam dan senjata yang dipegang Ferdy Sambo itu. Hal ini berimbas kepada diundurnya pelaksanaan konferensi pers perkembangan penanganan kasus pembunuhan Brigadir J pada Selasa (9/8/2022). Sebab, Kabareskrim masih mencari sarung tangan hitam dan senjata Ferdy Sambo. Awalnya, konferensi pers itu dijadwalkan pada Selasa pukul 15.00 WIB, tetapi tak lama beredar pengumuman dimundurkan setelah Shalat Magrib.

Sumber Inilah.com menyebut, pencarian sarung tangan dan senjata Ferdy Sambo tidak membuahkan hasil. Kendati sudah menggelar pencarian selama lima jam. Alhasil, konferensi pers pada Selasa malam usai pelaksanaan Shalat Magrib hanya mengumumkan Ferdy Sambo sebagai pemberi perintah penembakan Brigadir J.

Tinggalkan Komentar