Kamis, 19 Mei 2022
18 Syawal 1443

Tinggi Konflik Gajah dengan Manusia, Perkebunan Warga Banyak Rusak di Aceh

Tinggi Konflik Gajah dengan Manusia, Perkebunan Warga Banyak Rusak di Aceh

Konflik antara gajah sebagai satwa yang dilindungi dengan manusia, kerap terjadi Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Bahkan, sepanjang 2021 tercatat 61 interaksi negatif antara manusia dan gajah di daerah tersebut.

“Ini merupakan intensitas interaksi negatif tertinggi di Provinsi Aceh,” kata Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud di Sigli, Selasa (8/3/2022).

Fadhlullah menyampaikan informasi tersebut di sela-sela rapat koordinasi penanggulangan konflik gajah dan manusia melalui inisiatif koridor hidupan liar di Pidie. Ia menjelaskan interaksi negatif saat ini terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Pidie yakni Kecamatan Padang Tiji, Mila, Sakti, Keumala, Tangse, Mane, Geumpang, Tiro, Glumpang Tiga dan Muara Tiga.

Baca juga
Bea Cukai Meulaboh Amankan 200 Ribu Batang Rokok Ilegal di Aceh

Menurutnya, sebagian besar harapan ekonomi masyarakat Pidie adalah dari hasil perkebunan, namun sejak tahun 2015, gajah mulai menimbulkan konflik di masyarakat dengan memasuki dan merusak tanaman masyarakat.

Wakil Bupati Pidie berharap akan ada solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk menyelesaikan konflik gajah tersebut dengan manusia yang kerap terjadi di kabupaten itu.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto menyampaikan akan melakukan beberapa upaya dalam menyelesaikan konflik gajah dan manusia di antaranya pemasangan pagar kejut, dengan titik pemasangan di Turu Cut-Mane sekitar 7.000 meter, Blang Dalam-Lutueng-Mane sekitar 5.000, Keumala Dalam sekitar 2.500 meter dan wilayah Tiro 6.000 meter.

Baca juga
Seminggu Dimarahi Prabowo, Twitter Fadli Zon Belum Aktif

Kemudian Pemasangan GPS Collar juga akan dilakukan dan akan dipasangkan di wilayah Tiro, pemasangan GPS Collar nantinya dapat memonitor posisi dan pergerakan gajah setiap hari sehingga dapat dipergunakan untuk mitigasi konflik gajah dan manusia.

Selanjutnya upaya lainnya adalah, strategi penyesuaian komoditi dan pilihan alternatif mata pencaharian serta penetapan Kawasan Ekosistem Essensial (KEE). Penetapan KEE selain sebagai koridor penghubung wilayah jelajah gajah juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wisata alam. Dengan harapan dapat memberikan kontribusi positif baik terhadap pendapatan pemerintah daerah maupun masyarakat.

Tinggalkan Komentar