Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

TINS Maksimalkan Hilirisasi Antisipasi Larangan Ekspor Timah

Kamis, 23 Jun 2022 - 15:23 WIB
TINS akan Maksimalkan Bisnis Hilirisasi Antisipasi Larangan Ekspor Timah
PT Timah/Foto: do PT Timah

PT Timah Tbk yang berkode saham TINS akan mengoptimalkan bisnis hilirisasi sebagai langkah untuk mengantisipasi rencana pemerintah yang akan melarang ekspor timah tahun ini.

Direktur Operasi dan Produksi Timah Purwoko mengatakan perseroan akan mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Bahkan TINS sudah menyiapkan strategi bisnis baru sebagai langkah antipasi dari kebijakan tersebut.

Pelarangan ekspor timah itu bertujuan untuk mendorong hilirisasi dalam negeri. Sebab hasil timah Indonesia banyak dinikmati oleh pihak asing. “Kalau tidak didorong kebijakan itu, maka tujuan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah timah tidak akan tercapai,” kata Purwoko di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca juga
Setelah CPO, Jokowi Setop Ekspor Bauksit dan Timah

Dia menambahkan, langkah hilirisasi sudah perusahaan jalankan melalui anak usahanya yakni PT Timah Industri. Perusahaan yang sudah eksis dari 1998 itu memang saat itu belum fokus pada bisnisnya, contohnya menjadi perusahaan energi dan engineering procurement construction (EPC).

Namun pada tahun 2008-2009, perusahaan tersebut akhirnya menjadi perusahaan yang mengembangkan produk hilir timah seperti tin chemical dan tin solder. Saat ini, Timah Industri memiliki pabrik tin chemical dan tin solder yang berlokasi di Cilegon, Banten. Kapasitas terpasang pabrik tersebut yakni 10.000 ton per tahun untuk tin chemical dan 4.000 ton per tahun untuk tin solder.

Baca juga
PT Timah Berbagi Sembako ‘Berkah Ramadan’ di Bangka Tengah

“Di tahun lalu, produksi tin chemical kami sekitar 7.000 ton, sedangkan tin solder sekitar 2.000 ton,” imbuh Purwoko.

TINS sendiri berencana memperbesar produksi pabrik tin chemical dan tin solder hingga dua kali lipat. Hal ini untuk mendukung kelancaran hilirisasi dan pelarangan ekspor timah.

Namun Purwoko mengakui proses penambahan kapasitas secara lengkap di pabrik tin chemical dan tin solder tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu semester.

“Jadi, kalau bangun fasilitasnya secara lengkap di sisa tahun ini tidak akan keburu selesai di akhir tahun nanti,” tandas dia.

Tinggalkan Komentar