Tips Aman Mendaki Gunung untuk Perempuan Tetap Higienis

Perempuan Pendaki Gunung - inilah.com
istimewa

Mendaki gunung masih sering dikaitkan dengan kegiatan laki-laki yang berbahaya. Ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Banyak juga perempuan yang memiliki hobi mendaki gunung.

Kenyataannya, akhir-akhir ini terlihat semakin banyak perempuan yang menggeluti kegiatan ini.

Bahkan, informasi yang didapat oleh EIGER Adventure Service Team (EAST) menunjukkan bahwa hampir 55 persen pendaki saat ini adalah perempuan.

Melihat antusias para pendaki perempuan saat ini pada dasarnya, ada beberapa tips yang bisa Anda simak ketika mendaki gunung terutama untuk para perempuan dan tetap higienis meski melakukan kegaitan outdoor:

1. Tetap menjaga higientias dalam berkegiatan luar ruang

Ini adalah hal yang sangat penting bagi perempuan. Kebersihan dan higienitas saat berkegiatan di luar ruangan menjadi suatu yang perlu diutamakan.

dr.Ratih Citra Sari, yang merupakan lulusan Wilderness Medicine di Stanford University mengatakan, menitik beratkan pada menjaga kebersihan organ intim perempuan.

“Masih banyak pendaki perempuan yang abai dengan higienitas saat berkegiatan dengan berbagai alasan. Padahal jika tidak diperhatikan sejak dini, hal ini dapat berdampak besar di kemudian hari seperti vaginitis atau infeksi vagina hingga sulitnya memiliki keturunan,” papar Ratih ditulis di Jakarta, Kamis, (02/12/2021).

Baca juga  Mau Hemat BBM? Ini 10 Tips Eco-Driving

Hal utama dalam menjaga higienitas adalah selalu mengganti pakaian dalam sebelum tidur dan membasuh organ intim dengan air setidaknya 1 x sehari, bukan menggunakan tissue basah.
Masih menurut dr.Ratih menjelaskan, dengan melakukan dua hal sederhana ini, para perempuan sudah mengurangi kemungkinan infeksi di area luar dan dalam organ kewanitaan.

“Hal lain yang harus diperhatikan para pendaki perempuan adalah sampah pembalut,” tambahnya.

dr.Ratih menekankan untuk selalu membawa turun sampah pembalut selama berkegiatan.

2. Kenali bahaya objektif dan subjektif dalam perjalanan

Iwan Irawan, salah satu World Seven Summiter asal Indonesia mengatakan, sebagai seorang petualang, tekad merupakan hal paling penting.

“Semangat saja tidak cukup. Namun, ia menekankan bahwa tekad harus diimbangi dengan pengetahuan tentang kegiatan luar ruang, khususnya mengenai jenis-jenis bahaya,” papar Iwan.

Masih menurut Iwan, ada dua jenis bahaya dalam kegiatan luar ruang yaitu bahaya objektif dan subjektif.

Baca juga  Kasus Pemotongan Gaji Goncalves vs Persikabo jadi Sorotan Presiden Brasil

Bahaya objektif merupakan bahaya yang diakibatkan oleh faktor alam seperti ketinggian, cuaca, oksigen, medan, dan curah hujan, sedangkan bahaya subjektif merupakan bahaya yang diakibatkan oleh faktor manusia atau keterbatasan Sumber Daya Manusia.

“Ketika bahaya subjektif lebih besar dari bahaya objektif, artinya semua orang bisa ikut berkegiatan selama semua kondisi alam sudah diprediksi dan diperhitungkan. Sedangkan ketika bahaya objektif sama dengan bahaya subjektif, artinya kegiatan tersebut mengandung bahaya dan para penggiatnya harus memiliki kemampuan lebih. Jika bahaya objektif lebih besar dari bahaya subjektif, artinya kegiatan tersebut mengundang bahaya dari kondisi alam yang tidak bisa diprediksi, seperti saat melakukan ekspedisi,” ujar Iwan.

3. Menyiapkan perbekalan yang ramah lingkungan

Siska Nirmala yang dikenal melalui akun instagram @zerowasteadventure menyampaikan materi perbekalan yang ramah lingkungan saat mendaki gunung.

Siska menjelaskan filosofi zero waste yang berarti mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dipakai berulang kali.

Baca juga  Bad Mood? Coba Konsumsi Ini Agar Lebih Semangat

Ketika mendaki gunung, Siska sebisa mungkin menghindari makanan kemasan dan menggantinya dengan buah-buahan, sayur, atau bahan masakan lain yang dibungkus dengan kotak atau tas jaring untuk menjaga ketahanan buah dan sayur.

Tidak hanya mengganti makanan kemasan, Siska kemudian memilah sampah yang dihasilkan untuk dijadikan kompos ataupun diberikan ke bank sampah untuk sampah-sampah yang tidak dapat terurai.

“Meskipun masih banyak orang yang melihat ini kegiatan yang rumit, namun jika sudah terbiasa, justru perjalanan jadi lebih simple dan sederhana. Kuncinya adalah perencanaan perjalanan,” ujar Siska Nirmala.

4. Pahami outfit yang aman dan nyaman bagi pendaki perempuan

Pendaki perempuan juga penting untuk memperhatikan pakaian ketika naik gunung agar nyaman. Paling penting adalah sistem layering dalam berpakaian.

“Pada dasarnya, ada 3 layer yang harus diketahui para pendaki, yaitu base layer, mid layer dan outer layer. Ketiga layer ini memiliki manfaatnya masing-masing dan penting untuk menjaga suhu dan kondisi tubuh saat mendaki gunung,” ujar Abex, brand ambassador EIGER Adventure.

Tinggalkan Komentar