Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Tips Bedakan Ruam Cacar Monyet, Cacar Air, dan Kudis

Jumat, 19 Agu 2022 - 03:06 WIB
Ruam Cacar Monyet
(foto: Shutterstock)

Pemberitaan wabah monkeypox atau cacar monyet telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat termasuk tanda-tanda ruam. Meskipun di Indonesia belum ada kasus yang terkonfirmasi positif, namun kewaspadaan harus dilakukan. Salah satu ciri dominan gejala penyakit adalah ruam di kulit. Bagaimana membedakanya dengan ruam cacar biasa?

Beberapa negara memang sudah menyalakan alarm waspada terhadap penyakit ini. Lantas, bagaimana dengan di Indonesia? Meski laporan suspek telah ditemukan, namun dipastikan cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan 39.434 kasus cacar monyet yang ditemukan di 92 negara di dunia. Berdasarkan jumlah tersebut, laporan kasus lebih banyak ditemukan di negara nonendemik monkeypox.

Secara rinci, 39.047 kasus dilaporkan oleh negara nonendemik dan hanya 387 kasus yang dilaporkan oleh negara endemik monkeypox. Amerika Serikat menjadi negara yang menyumbang kasus cacar monyet tertinggi selama beberapa waktu ke belakang. Negara tersebut telah mencatat sebanyak 13.516 kasus cacar monyet hingga Rabu (17/8/2022).

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menetapkan wabah cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 23 Juli 2022. Dengan penetapan tersebut diharapkan dapat menjadi gerbang awal dari peningkatan kerja sama global yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus monkeypox.

Gejala Cacar Monyet

Gejala umum cacar monyet di antaranya demam menggigil, kelelahan, nyeri otot dan sakit punggung dan sakit kepala. Gejala spesifiknya yakni adanya ruam dan luka di wajah, telapak tangan, bahkan alat kelamin disertai gejala seperti flu. Siapapun harus menghindari ciuman, pelukan, hubungan seksual dengan siapa saja yang telah terinfeksi virus monkeypox.

Gejala ruam pada cacar monyet telah memicu kekhawatiran pada orang yang mengalami ruam atau masalah kulit apa pun. Hal ini mengingat ruam juga menjadi gejala dari beberapa penyakit kulit. Ada harus bisa membedakan mana ruam kulit yang merupakan gejala cacar monyet untuk mempercepat pengobatannya.

Baca juga
Satu Orang Terkonfirmasi Cacar Monyet di Indonesia, Begini Kondisinya

Yang pertama harus menjadi perhatian adalah durasi ruam. Mengutip TimesofIndia, berapa lama ruam berlangsung biasanya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Gejala cacar monyet biasanya dimulai dalam waktu 3 minggu setelah terpapar virus.

Jika seseorang mengalami gejala seperti flu, biasanya akan mengalami ruam 1 hingga 4 hari kemudian. Ruam lainnya dapat berkembang dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar dan dapat berlangsung 2 hingga 4 minggu.

Ruam cacar monyet berkembang melalui empat tahap yakni makula, papular, vesikular, hingga pustular, sebelum akhirnya mulai berkeropeng dan mengelupas.

Makula adalah lesi datar yang biasanya dimulai pada wajah sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Papula muncul pada hari ke-3. Selama tahap ini, ruam sedikit meningkat dan keras. Vesikel terjadi pada hari ke-4 atau ke-5 dan ditandai dengan tonjolan yang menonjol berisi cairan bening.

Baca juga
Orang yang Divaksinasi Cacar Kemungkinan Aman dari Cacar Monyet

Postula terjadi pada hari ke-6 atau ke-7, ketika lesi menjadi berisi cairan kekuningan atau nanah. Saat tubuh sembuh dari virus, yaitu pada hari ke-14 atau lebih, ruam atau lesi cenderung menjadi koreng, yang akan mulai rontok.

Membedakan Ruam Cacar Monyet

Ruam dari penyakit cacar monyet dan cacar air bisa terlihat sama. Dari mulai rasa gatal hingga perkembangannya, bisa menjadi sulit untuk membedakan keduanya. Ada beberapa perbedaannya yakni ruam pada cacar monyet biasanya terjadi dalam 1 hingga 3 hari setelah demam, sementara ruam cacar air mulai muncul 1 hingga 2 hari setelah demam.

Ruam cacar monyet pada awalnya sering muncul pada wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan ruam cacar air pertama kali dapat muncul di dada, punggung, dan wajah. Ini berkembang menjadi papula (lesi terangkat) dan pustula berisi cairan dan kemudian berbentuk keropeng dan jatuh.

Tidak seperti cacar monyet, cacar air sering ditemukan di antara jari kaki dan jari tangan, di ketiak, di sekitar pinggang, bagian dalam pergelangan tangan, siku bagian dalam, telapak kaki, dan banyak lagi.

Anda juga harus bisa membedakan gejala ruam pada cacar monyet dengan kudis. Penyakit kulit yang dinamakan kudis ini disebabkan oleh tungai kecil. Menurut Mayo Clinic, kudis adalah kondisi kulit yang menyebabkan rasa gatal yang hebat dan mungkin ditandai dengan luka tipis bergelombang yang terdiri dari lepuh kecil atau benjolan pada kulit.

Baca juga
Cegah Cacar Monyet, Warga China Dilarang Kontak Fisik dengan Orang Asing

Jika Anda pernah menderita kudis di masa lalu, gejalanya mungkin mulai dalam beberapa hari setelah terpapar, jika tidak, diperlukan waktu selama enam minggu untuk menunjukkan gejalanya.

Reaksi alergi sering menyebabkan ruam yang dapat bervariasi dalam ukuran atau tingkat keparahan tergantung pada penyebabnya. Dermatitis kontak adalah reaksi alergi yang menyebabkan ruam kulit yang menyakitkan atau gatal. Ruam dapat muncul di mana saja 24 hingga 48 jam kemudian dan seseorang harus bersentuhan dengan alergen berulang kali sebelum reaksi benar-benar terjadi.

Jadi, jika Anda mengalami ruam-ruam di tubuh, cek dahulu agar tidak salah menilai penyakitnya atau kalau perlu mintalah bantuan dokter. Penanganan yang tepat terhadap jenis ruam yang muncul dapat mencegah penyakit ini bertambah parah.

Tinggalkan Komentar