Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Tips Disiplinkan Anak Tanpa Marah-Marah

Kamis, 09 Des 2021 - 10:08 WIB
Disiplin Anak - inilah.com
istimewa

Melatih anak agar disiplin selalu menjadi tantangan bagi orangtua.

Tak jarang karena orangtua merasa tidak sabar dengan kelakuan anak-anak yang dirasa menjengkelkan, ayah atau ibunya memarahi, membentak, bahkan memukul anak.

Namun, jika hal ini dibiarkan, apakah solusi ini dapat membuat anak menjadi lebih disiplin atau justru sebaliknya?

“Dengan memahami perkembangan otak anak ini, diharapkan orangtua akan lebih mudah mencari metode paling efektif saat mengajarkan disiplin pada anak, sejak awal kehidupannya,” kata kata dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, M. Sc pada sesi instagram live Teman Parenting bertajuk Mendisiplinkan Anak Ada Triknya, ditulis di Jakarta, Kamis, (09/12/2021).

Trik Mendisiplinkan Balita

Baca juga
Manfaat Kesehatan dari Latihan Angkat Kaki Secara Rutin

Kekerasan bukanlah cara yang tepat dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak. Sebaliknya, agar anak memahami ketika diajarkan untuk disiplin, orang tua perlu melakukan pendekatan emosional.

Menurut dr. Widia, karena di usia balita dan anak-anak, otak emosional masih dominan, maka cara terbaik untuk orang tua adalah mengambil kesempatan tersebut untuk menarik hatinya.
Di usia bawah 3 tahun, berikan anak perhatian yang penuh cinta. Misalnya, ketika anak menangis, gendong dan tenangkan. Ketika anak emosional dan mengamuk, tenangkan dan beri pelukan.

“Cobalah pererat bonding dengan anak, buat anak merasa “cinta mati” dengan orang tuanya. Ketika anak merasa dicintai, mereka akan menyadari dan percaya bahwa setiap aturan serta omongan yang terucap dari orang tuanya, merupakan yang terbaik untuknya. Jika anak sudah merasa nyaman dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” ungkapnya.

Baca juga
Pentingnya Lengkapi Imunisasi Dasar Anak

Lebih lanjut, dr. Widia juga mengatakan bahwa ketika mengajarkan anak untuk disiplin, orangtua sebaiknya jangan terlalu keras.

Seringkali orangtua terlalu keras ketika mengajarkan anak, namun anak sebenarnya belum memahami tujuan dari orangtua. Hal ini akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan takut dan trauma pada diri anak.

Tinggalkan Komentar