Tips untuk Orangtua Siapkan Kesehatan Fisik dan Mental untuk Anak

Tips untuk Orangtua Siapkan Kesehatan Fisik dan Mental untuk Anak - inilah.com
DOKUMENTASI INILAH.COM/AGUS PRIATNA

Pada masa uji coba PTM (Pertemuan Tatap Muka), anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk pendidikan, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.

Menurut psikolog Saskhya Aulia, sebelum menyiapkan kesehatan fisik dan mental anak, hal yang paling penting adalah bagaimana orangtua tidak terlalu overthingking ketika melepas anak ke luar rumah, terlebih saat masuk sekolah.

Saskhya Aulia menambahkan, para orangtua pasti merasa deg-degan karena tiba-tiba harus membawa anaknya ke sekolah saat masih pandemi.

“Jangan overthingking, anak kita gimana nanti di sekolah, gimana sama teman-temannya, sudah cuci tangan atau belum,” kata Saskhya Aulia saat temu media virtual, Jakarta, Jumat, (15/10/2021).

Baca juga  Baru Lahiran Baby R, Keluarga Raffi Ahmad jadi Trending di Twitter

Agar tidak menjadi orangtua yang terlalu khawatir, ada beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk membiasakan anak-anak disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) salah satunya adalah dengan kebiasaan cuci tangan.

1. Sering mencontohkan anak cuci tangan

Orangtua sebagai figur yang patut dicontoh. Mencontohkan bagaimana cara-cara cuci tangan yang benar adalah hal yang sangat penting bagi anak.

“Kalau sama anak -anak tidak mungkin kita kasih teori. harus kasih contoh secara konsisten,” ujarnya.

2. Jelaskan pentingnya cuci tangan melalui cerita unik

Menjelaskan kepada anak pentingnya cuci tangan jangan melalui teori yang rumit. Biasakan menggunakan bahasa anak-anak.

Baca juga  Mulai Gaya Hidup Sehat dan Lebih Berkualitas dengan Investasi 5 Peralatan Rumah Tangga Pintar Ini

“Bisa memanfaatkan konten digital yang ada. misalnya, ketika nonton film atau baca buku, kita memudahkan menjelaskan. Kemudian anak-anak bisa kita ceritakan dengan cara masing-masing,” tambahnya.

3. Jangan hanya jadi penghapal

Jangan hanya menghapal. Anak-anak tidak bisa diajarkan dengan menghapal, tetapi juga ditemani untuk mempraktekan.

Cara tersebut sebagai bentuk bagaimana menyiapkan kesehatan anak dan juga mental anak ketika mereka bertemu orang baru setelah lama berdiam diri di rumah selama hampir dua tahun.

Tinggalkan Komentar