Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

TNI Kandangkan Pesawat Tempur T-50i

Jumat, 22 Jul 2022 - 22:40 WIB
Pesawat Tempur - inilah.com
TNI mengandangkan Pesawat tempur T-50i Golden Eagle pascainsiden jatuhnya pesawat di Blora hingga Kapten Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi gugur. Foto: Antara

TNI Mengandangkan pesawat tempur latih T-50i Golden Eagle pascainsiden jatuhnya pesawat pabrikan Korean Aerospace Industries- Lockheed Martin, hingga Kapten (Anumerta) Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, gugur di Blora, pada beberapa hari yang lalu. Pesawat tersebut dikandangkan hingga proses penyelidikan TNI rampung.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan dirinya telah mengomunikasikan hal ini dengan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Penyelidikan jatuhnya pesawat tempur itu bakal dilakukan secara mendalam hingga tuntas.

“Saya juga sudah komunikasi dengan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan jajaran TNI AU,” kata Andika di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/7/2022).

Baca juga
Balada Kopda M, Ingin Cabut Nyawa Istri Berakhir Bunuh Diri

Andika menyebutkan, terbuka kemungkinan kecelakaan terjadi akibat kelalaian (human error). Bahkan tak tertutup kemungkinan cuaca maupun komponen pesawat yang menjadi penyebab kecelakaan.

“Penyebab ini kan kemungkinannya ada human error, kemudian ada juga aircraft nya, ada juga manajemen, dan ada juga media, atau weather atau cuaca. Ini yang sedang kami teliti,” tuturnya.

Panglima juga menyinggung adanya perbedaan manuver pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang jatuh di Blora, Jawa Tengah, dengan insiden sebelumnya yang juga merenggut nyawa awak T-50i Golden Eagle TNI AU. Dari sisi manuver, kedua insiden tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Baca juga
Nama Indonesia Tidak Lagi Disebut dalam Uji Coba Prototipe Kedua KF-21 Boramae

“Tapi, kemarin ini sebetulnya tidak ada dalam segi manuver pesawat, memang dalam posisi turning dari outbound kemudian ke inbound. Dari jauh kemudian mendekati kembali, tetapi dalam latihan malam hari itu memang bukan seharusnya gerakan yang terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.

 

Tinggalkan Komentar