Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

TNI-Polri Kejar Tiga DPO Terduga Teroris Poso

TNI-Pori Kejar Tiga DPO Terduga Teroris Poso

TNI-Polri mengerahkan personilnya untuk kejar tiga daftar pencarian orang atau DPO terduga teroris Poso. TNI-Polri kejar tiga DPO tersebut dalam operasi Madago Raya tahap I Tahun 2022.

Sebanyak 1.378 personel tersebut terbagi atas 1.111 personel Polri dan 267 personel TNI. Personil ini terbagi di tiga wilayah operasi, yakni Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

“Tahap I operasi Madago Raya tahun 2022. Kali ini jumlah kekuatan Polri sebanyak 1.111 personel dan TNI sebanyak 267 personel,” jelas Kasatgas Humas Operasi Madago Raya Kombes Pol Didik Supranoto, Kamis (20/1/2022).

Didik mengatakan pencarian tiga orang sisa DPO anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso terus dilakukan. Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Kamis (20/1) memimpin langsung awal operasi Madago Raya tahap I Tahun 2022.

Baca juga
Paspampres Panik Saat Presiden Jokowi Ditimpuk Kertas Laki-laki Iseng

“Awal operasi dilakukan patroli udara memantau pergerakan para DPO dan dilanjutkan dengan menelusuri daerah operasi melalui patroli darat di pos-pos sekat di wilayah Kabupaten Poso dan Sigi,” terangnya.

Operasi Madago Raya tahap empat tahun 2021, telah melibatkan 1.357 personel. Pasukan ini terbagi atas 1.089 anggota Polri dan 267 anggota TNI.

“Operasi ini diperpanjang karena masih ada tiga DPO yang diduga masih bersembunyi di Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong,” tutur Didik.

“Personel yang diterjunkan akan melakukan pengejaran terhadap sisa DPO dan akan membantu masyarakat juga yang melakukan aktivitas di wilayah operasi,” tambahnya.

Baca juga
Satgas COVID-19 IDI, Suatu Saat Masyarakat Tidak Perlu Karantina

Saat ini sisa DPO MIT Poso yakni Askar alias Pak Guru alias Jafar, Suarfin alias Farhan alias Abu Fahran dan Imam alias Nae alias Galuh.

“Sebelumnya telah dilumpuhkan satu DPO yakni Ahmad Al Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir di wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” terangnya.

Satgas juga rutin menggelar razia untuk menggagalkan akses simpatisan yang dugaannya masih membantu para DPO dalam memenuhi kebutuhan logistik makanan maupun informasi. Razia di lakukan selain melakukan patroli udara dan darat.

“Warga yang akan ke kebun juga diperiksa dan dipastikan dengan adanya razia di wilayah operasi maka akan mempersempit gerak DPO maupun simpatisannya,” jelasnya.

Baca juga
Satu Anggota KKB Ditangkap Usai Baku Tembak di Yapen

Didik berharap agar para DPO segera menyerahkan diri kepada TNI Polri melalui perantara masyarakat atau tokoh agama yang berada di wilayah operasi.

“Kapolda sudah mengimbau sebaiknya menyerahkan diri karena sekarang pencarian masih terus dilakukan,” demikian Didik.

Tinggalkan Komentar