AdvertisementAdvertisement
Kamis, 23 April 2026 | 5 Dzulqa'dah 1447
inilah.comnewspolhukam9 Tokoh Perumus Pancasila, Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

9 Tokoh Perumus Pancasila, Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

02.png
Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:00 WIB
Share
(Dari kiri) Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo, tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perumusan Pancasila (Foto: Istimewa)

(Dari kiri) Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo, tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perumusan Pancasila (Foto: Istimewa)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Proses perumusan Pancasila tidak hanya terjadi dalam satu hari. Ada rapat-rapat penting, pidato bersejarah, hingga kompromi yang melibatkan para tokoh penting di Indonesia kala itu.

Pancasila bukan sekadar dasar negara. Ia lahir dari proses panjang, penuh perdebatan, dan melibatkan tokoh-tokoh besar yang berpikir jauh ke depan.

Di balik lima sila yang kita hafal sejak kecil, ada perjuangan pemikiran yang tidak sederhana. Setiap rumusannya telah melalui diskusi mendalam tentang masa depan Indonesia.

Namun, siapa saja sebenarnya tokoh yang merumuskan Pancasila? Apakah hanya Soekarno, atau ada nama lain yang juga punya peran penting?

Faktanya, ada beberapa tokoh dengan latar belakang berbeda yang duduk bersama untuk merumuskan dasar negara ini. Mereka datang dari berbagai golongan, suku, dan agama.

Sejarah Perumusan Pancasila

Perumusan Pancasila dimulai pada masa pendudukan Jepang, ketika Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945. BPUPKI bertugas mempersiapkan dasar negara Indonesia yang akan merdeka.

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada 29 Mei-1 Juni 1945. Dalam sidang ini, beberapa tokoh menyampaikan usulan dasar negara, termasuk Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Pada 1 Juni 1945, Soekarno mengusulkan lima dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Setelah sidang pertama, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas menyusun rumusan dasar negara.

Pada 22 Juni 1945, Panitia Sembilan menghasilkan Piagam Jakarta yang memuat rumusan awal Pancasila dengan sila pertama berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."

Namun, karena keberatan dari kelompok non-Muslim, terutama dari Indonesia bagian timur, sila pertama dalam Piagam Jakarta kemudian diubah.

Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, PPKI mengesahkan Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 dengan perubahan sila pertama menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa."

Dengan pengesahan tersebut, Pancasila resmi menjadi dasar negara Republik Indonesia. Sejak saat itu, Pancasila menjadi ideologi pemersatu bangsa dan panduan dalam kehidupan bernegara.

Tokoh-Tokoh Perumus Pancasila

Sesuai dengan namanya, Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan pancasila terdiri dari sembilan orang, yaitu Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. A. Wahid Hasyim, Kahar Muzakir, A. A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Mohammad Yamin, Achmad Soebardjo, dan Agus Salim.

1. Ir. Soekarno

Sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno tentu memiliki peran yang cukup penting dalam perumusan pancasila.

Ir. Soekarno bertugas sebagai ketua Panitia Sembilan. Dalam hal ini, perannya adalah memberikan berbagai usulan dasar negara.

2. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta merupakan wakil presiden Indonesia sekaligus wakil ketua Panitia Sembilan yang mendampingi Soekarno.

Serupa dengan Ir. Soekarno, Mohammad Hatta juga berperan sebagai pemberi usul dan pengawas dalam perumusan dasar negara.

3. KH. A. Wahid Hasyim

KH. A. Wahid Hasyim merupakan anggota Panitia Sembilan yang berasal dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU). KH. A. Wahid Hasyim dikenal dengan kecerdasan dan kesadaran politik yang tinggi.

4. Kahar Muzakir

Kahar Muzakir merupakan tokoh pendidik yang tergabung dalam Panitia Sembilan. Perannya adalah membuat usaha kemerdekaan Indonesia diketahui oleh bangsa-bangsa lain, terutama di kawasan Timur Tengah.

5. A. A. Maramis

A. A. Maramis adalah golongan nasionalis yang mengusulkan perubahan pada butir pertama Pancasila agar tidak terlalu berpihak pada satu agama saja.

Selain itu, A. A. Maramis juga berperan dalam proses pembentukan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD).

6. Abikusno Tjokrosujoso

Abikusno Tjokrosujoso merupakan pemimpin pertama dari Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Abikusno membantu perumusan Pancasila sekaligus merancang pembukaan UUD 1945.

7. Mohammad Yamin

Pada 29 Mei 1945, Yamin telah mengusulkan lima asas dasar negara dalam pidatonya, dan juga mengusulkan rumusan tertulis setelah itu. Ia menekankan unsur kebangsaan, kemanusiaan, dan persatuan.

8. Achmad Soebardjo

Achmad Soebardjo juga menjadi tokoh perumus Pancasila yang tidak kalah penting. Ia sendiri tergabung dalam Golongan Tua pada peristiwa Rengasdengklok.

Pada saat itu, Achmad Soebardjo juga terlibat aktif dalam Persatuan Mahasiswa indonesia di Belanda dan Jong Java.

9. Agus Salim

Tokoh perumus Pancasila yang terakhir adalah Agus Salim. Ia merupakan sejarawan, sastrawan, ahli hukum, serta politikus pada saat itu.

Tak hanya sebagai perumus Pancasila, Agus Salim bahkan juga menjadi salah satu pelopor Sumpah Pemuda.

.

.

Dapatkan Informasi Terupdate dan Paling Menarik Seputar Peristiwa di Laman Google News Inilah.com.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com