Top 5 Merek Smartphone Terlaris di Indonesia, Siapa Nomor 1?

Top 5 Merek Smartphone Terlaris di Indonesia, Siapa Nomor 1? - inilah.com
(ist)

Persaingan vendor smartphone di Indonesia dalam meraih posisi puncak, bisa diibaratkan seperti ketatnya persaingan Liga Italia. Posisi klasemen kerap berganti, karena setiap klub bisa menang namun di kesempatan lain juga bisa kalah. 

Ini menunjukkan pasar sangat dinamis, karena jika kita merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, kompetisi belum seketat sekarang. Vendor yang ada di puncak, terbilang itu-itu saja.

Dalam laporan Firma riset Canalys dan IDC merilis hasil terbaru terkait pasar smartphone di Indonesia selama Q2 2021, mengungkap bahwa Xiaomi menduduki peringkat pertama daftar merek smartphone terbaik.

Kelima merek smartphone yang masuk dalam daftar lima terbaik di kuartal dua 2021 adalah Xiaomi dengan pangsa pasar 28 persen, Oppo sebesar 20 persen, Samsung 18 persen, realme 12 persen dan vivo 12 persen.

Dalam laporan Canalys tersebut, Xiaomi tercatat mengalami pencapaian signifikan, sebab mampu menduduki peringkat pertama setelah menempati peringkat keempat pada kuartal pertama 2021 lalu.

Baca juga  Sibuk Usut Mafia Tanah, Nirina Zubir Diingatkan Jaga Kesehatan

Pangsa pasar Xiaomi kini dilaporkan sebesar 28 persen, meningkat sebesar 112 persen jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun 2020 lalu. Sementara itu, peringkat kedua ditempati oleh juara kuartal lalu, yaitu OPPO.

OPPO mencatatkan pertumbuhan sebesar dua persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan pangsa pasar sebesar 20 persen. Sedangkan Samsung mengalami kenaikan sebesar 23 persen dibandingkan dengan kuartal dua tahun 2020.

Kenaikan ini mengganjar Samsung dengan pangsa pasar sebesar 18 persen dan menempatkannya di peringkat ketiga. Mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu, Samsung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Q1 2021.

Sementara itu, realme dan vivo memperoleh pangsa pasar yang sama yaitu sebesar 12 persen, namun vivo mengalami pertumbuhan negatif 28 persen. Pencapaian tersebut berhasil diraih Xiaomi setelah tujuh tahun memanjakan konsumen Indonesia dengan produk karyanya.

Terus Tumbuh

Pada laporan IDC juga mengungkapkan pengiriman ponsel pintar di Indonesia pada triwulan II-2021 tumbuh 49 persen dibandingkan pada triwulan II-2020 dan tumbuh 10 persen dibandingkan pada triwulan II-2019.

Baca juga  Masih Pakai Infus, Nagita Slavina Gemas Gendong dan Cium Adik Rafathar

Yang dimaksud dengan ”pengiriman” oleh IDC ialah penjualan (sell-in) ke semua kanal penjualan. Secara jumlah, IDC menyebut total pengiriman pada triwulan II-2021 mencapai 10,6 juta unit.

Rata-rata harga jual rata-rata produk (average selling price/ASP) di beberapa saluran distribusi turun dari 178 dollar AS (sekitar Rp 2,55 juta) menjadi 172 dollar AS (Rp 2,47 juta) per unit.

Produsen ponsel pintar terus menghadirkan gawai berteknologi akses seluler 5G seiring dengan peluncuran komersial layanan telekomunikasi seluler 5G.

Penjualan ponsel pintar berteknologi akses seluler 5G pada triwulan II-2021 meningkat dua kali lipat dibandingkan pada triwulan sebelumnya, atau lebih dari 500.000 unit. ASP ponsel pintar 5G pada triwulan II-2021 turun 30 persen dibandingkan pada triwulan sebelumnya atau menjadi 575 dollar AS (sekitar Rp 8,26 juta) per unit.

Baca juga  Pengguna Aktif MIUI Global Kini Lebih dari 500 Juta Orang

IDC telah mengamati terjadi pergeseran konsumsi ponsel pintar ke kelas bawah atau low-priced smartphones sejak awal pandemi karena sejumlah konsumen sadar akan pengeluaran berlebihan selama periode pendapatan tidak pasti ini. Kebutuhan akan ponsel pintar dan ketersediaan yang lebih luas dari ponsel berharga murah telah menyebabkan ASP yang lebih rendah secara makro.

”Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum penerapan peraturan nomor unik untuk mengidentifikasi setiap perangkat seluler atau IMEI, kini penjualan ponsel pintar meningkat karena produsen membawa lebih banyak penjualan resmi ke dalam negeri,” ujar Senior Research Manager Client Devices International Data Corporation (IDC) Asia Pasifik Kiranjeet Kaur dalam keterangan yang diterima INILAHCOM.

Dia berpendapat, produsen ponsel pintar telah berhati-hati untuk menjaga harga tetap stabil meskipun tekanan biaya industri meningkat. Namun, mereka mungkin perlu menaikkan harga jual dalam beberapa bulan mendatang jika mereka tidak mampu lagi menyerap kenaikan biaya industri.

Tinggalkan Komentar