Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Toyota Pamer Kijang Innova Listrik di IIMS 2022

Kamis, 31 Mar 2022 - 14:13 WIB
Innova listrik

Toyota Astra Motor (TAM) memamerkan kendaraan BEV (Battery Vehicle Electric) yang mengambil basis dari Toyota Kijang Innova pada gelaran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022 yang berlangsung pada 31 Maret-10 April 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Innova versi listrik menunjukkan komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam program percepatan pengembangan industri kendaraan listrik nasional.

“Meski sudah siap dikendarai, penggunaan Toyota Kijang Innova EV Concept baru untuk kepentingan studi dan sosialisasi,” ungkap Vice President Director TAM Henry Tanoto di arena IIMS Hybrid 2022, Kamis (31/3/2022).

Meski tak banyak kabar mengenai hadirnya Kijang Innova yang memiliki menu utama baterai, TAM dirasa telah berhasil untuk mengembangkan konsep kendaraan BEV yang menghasilkan nihil emisi.

Sejauh ini, Toyota Kijang Innova EV Concept adalah mobil dengan brand nasional yang pertama dirancang sepenuhnya menggunakan listrik sebagai sumber daya penggerak (power engine).

Henry menyebut tujuan TAM memperkenalkan Kijang Innova EV Concept adalah untuk studi dan meningkatkan popularitas kendaraan listrik di tengah masyarakat.

“Kijang Innova EV Concept sebagai simbol komitmen Toyota terhadap ekosistem utama kendaraan listrik, dengan memanfaatkan pendekatan model lokal dan kendaraan listrik guna mengetahui kebutuhan mobilitas yang paling sesuai bagi masyarakat Indonesia,” ucap Henry.

Baca juga
Komitmen Toyota Hadirkan Mobilitas Ramah Lingkungan Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Hal ini juga sejalan dengan keseriusan dari Toyota Indonesia maupun Toyota Motor Corporation (TMC) dalam menggarap industri mobil listrik.

Sejak 2015, Toyota telah mengumumkan apa yang dikenal sebagai iniasitif Toyota Environmental Challenge 2050 di antaranya bertekad mencapai target Zero CO2 Emission pada 2050 atau yang disebut juga carbon neutral.

Untuk memuluskan itu semua, TAM hadir dengan prinsip Mobility Hapiness for All, Toyota menggunakan pendekatan yang disebut multi pathway approach, tidak fokus hanya pada satu cara.

Oleh karena itu, Toyota secara konsisten mengembangkan berbagai teknologi kendaraan listrik yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Eectric Vehicle (BEV) bahkan sampai Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) berbahan bakar hidrogen.

Strategi multi pathway approach ini dilakukan sejalan dengan prinsip ‘Mobility Hapiness for All’ yaitu menawarkan pilihan mobilitas untuk semua orang atau semua segmen, strategi Toyota selalu mengacu pada langkah untuk menyediakan kendaraan terbaik (ever better car) yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan semua lapisan pelanggan.

“Toyota senantiasa menawarkan pilihan yang beragam kepada pelanggan, baik di segmen penumpang maupun komersil, sehingga pelanggan dapat memilih kendaraan mana yang sesuai dengan kebutuhannya.” ucap Marketing Director TAM Anton Jimmy Suwandy di kesempatan yang sama.

Baca juga
Tim Toyota Sapu Bersih Podium di Seri Pertama Kejurnas Slalom 2022

Dalam kaitan itulah, Toyota tidak mau hanya fokus pada pengembangan BEV, tapi juga pada HEV, PHEV, FCEV, dan terus meningkatkan performance ICE.

Melalui langkah ini Toyota menegaskan posisinya yaitu selalu memberikan solusi dan pilihan kepada sebanyak mungkin kepada pelanggan di berbagai belahan negara, termasuk di Indonesia. Tujuannya adalah agar pelanggan mendapatkan utilitas (penggunaan) maksimal dari kendaraan Toyota.

“Kebutuhan pelanggan itu sangat beragam, baik dari sisi daya beli, penggunaan atau utility kendaraan, termasuk karakteristik dan ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, Toyota selalu berupaya menawarkan pilihan yang luas kepada pelanggan, termasuk dalam kendaraan elektrifikasi. Toyota tidak fokus pada pengembang satu teknologi saja,” tambah Anton.

Sebagai informasi tambahan, sejak generasi pertama diluncurkan 45 tahun lalu, yaitu Juni 1977, Toyota Kijang memang dikenal sebagai kendaraan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Model pertama Toyota Kijang lahir sebagai respon Toyota Indonesia terhadap kebijakan pemerintah ketika itu yaitu mendorong pelaku industri otomotif nasional memproduksi kendaraan sederhana atau Basic Unit Vehicle (BUV), khususnya untuk mendukung mobilitas di kawasan pedesaan.

Baca juga
Toyota Catatkan 4.502 SPK di Ajang GIIAS 2021

Meski tampil dalam disain yang sederhana, Toyota sukses merancang DNA Toyota Kijang sebagai kendaraan yang handal mendukung mobilitas masyarakat Indonesia.

Meski tidak masuk dalam jajaran daftar mobil nasional, Toyota Kijang memiliki catatan tingkat penggunaan komponen lokal tertinggi yang mencapai angka 83 persen.

Tiak hanya sebatas itu, Toyota Kijang boleh dikatakan sebagai satu-satunya model brand nasional yang sanggup bertahan dan terus berkembang di antara berbagai model yang diproduksi sejumlah pelaku industri otomotif nasional di era akhir 1970-an.

Hadirnya mobil konsep listrik yang berbasis Kijang Innova ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan. Ini diselenggarakan melalui percepatan pengembangan industri KBLBB dalam negeri.

 

Tinggalkan Komentar