Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Tragedi Itaewon: Presiden Korsel Tetapkan Berkabung Nasional Selama Satu Pekan

Senin, 31 Okt 2022 - 02:02 WIB
Itaewon Presiden Berkabung
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan (foto: Yonhap)

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan setelah lebih dari 150 orang tewas akibat berdesakan ketika merayakan Halloween di kawasan Itaewon, Seoul, pada Sabtu (29/10/2022).

“Pemerintah akan mencanangkan periode hari ini hingga insiden ini terkendali sebagai masa berkabung nasional dan akan memprioritaskan terkait urusan administrasi untuk pemulihan dan langkah-langkah lanjutan,” ujar Presiden Yoon, seperti dikutip kantor berita Yonhap, Minggu (30/10/2022).

Setelah itu, Perdana Menteri Korsel Han Duck-soo menjabarkan lebih lanjut bahwa masa berkabung itu ditetapkan sejak Minggu, 30 Oktober 2022 hingga Sabtu, 5 November 2022.

Pemerintah Korsel juga akan membangun altar untuk berduka di Seoul. Di altar itu nantinya warga dapat mengenang para korban tragedi Itaewon.

Baca juga
Meski Kalah Telak, Coach Tae-yong Puji Semangat Garuda Muda

Sementara itu, Presiden Yoon juga memerintahkan semua kantor pemerintahan untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama masa berkabung ini.

Yoon kemudian kembali menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia juga berharap korban terluka dapat segera pulih.

“Ini sangat tragis. Tragedi dan bencana yang seharusnya tak terjadi di jantung Seoul kemarin malam,” kata Yoon, sebagaimana dilansir Reuters.

Tragedi ini memang dianggap tragis karena 153 orang itu tewas akibat berdesakan dan terinjak ketika sedang merayakan Halloween di kawasan Itaewon.

Para warga antusias karena ini merupakan kali pertama mereka dapat merayakan Halloween setelah tiga tahun terhalang pandemi COVID-19.

Baca juga
Kerja Sama dengan Banyak Negara, Perdagangan RI Menjanjikan

Yoon berjanji bakal mengusut tuntas tragedi di pesta Halloween di Itaewon yang seharusnya menjadi ajang bersenang-senang tersebut.

“Yang paling penting adalah menentukan penyebab insiden dan mencegah insiden serupa. Kami akan menyelidiki penyebab insiden dan membuat perubahan fundamental agar insiden serupa tak terjadi di masa mendatang,” katanya.

Tinggalkan Komentar