Selasa, 06 Desember 2022
12 Jumadil Awwal 1444

Transaksi Kendur, Edukasi Aset Kripto dan Blockchain Kian Digencarkan

Jumat, 07 Okt 2022 - 05:03 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Istockphoto 1326770854 612x612 - inilah.com
Foto: Istock

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat transaksi aset kripto di dalam negeri mengalami penurunan.

Kemendag mencatat nilai transaksi aset kripto tembus Rp859,4 triliun sepanjang 2021. Dan transaksi aset kripto kini baru mencapai Rp249,3 Triliun per Agustus 2022, atau turun sekitar 56, 35 Persen.

Hal ini tentu mendorong bagi PT Pintu Kemana Saja dengan merek PINTU, platform jual beli dan investasi aset kripto di Indonesia untuk terus bergerilya memberikan edukasi tentang investasi aset kripto dan teknologi blockchain.

PINTU mendapatkan kesempatan hadir sebagai pembicara di acara Grand Launching Indonesia Capital Market Festival (ICMF) 2022 pada Sabtu, 1 Oktober 2022 bertempat di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat.

Baca juga
PITM WTO Paris, Mendag Lutfi Siap Jembatani Negara Maju dan Berkembang

Mengangkat tema “Digging Deeper into Blockchain System” Head of Community PINTU Jonathan Hartono bersama Project Lead Mindblowon Universe Buana Perkasa Putra membagikan pandangannya kepada ratusan mahasiswa dan mahasiswi yang hadir.

Jonathan mengatakan sejalan dengan terus meningkatnya adopsi kripto oleh masyarakat Indonesia, tanggung jawab PINTU sebagai exchange yang terdaftar resmi di Bappebti adalah mengedukasi masyarakat.

“Kami ingin tingginya adopsi kripto dapat dibarengi dengan edukasi agar masyarakat tidak hanya menjadi investor, namun menjadi seorang smart investor,” ujar Jonathan dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (6/10/2022).

Jonathan menambahkan, menjadi smart investor bisa dimulai dari sekarang, caranya yang pertama melakukan riset dan mengedukasi diri di saat orang lain bermalas-malasan, apalagi di tengah kondisi market saat ini.

Baca juga
Bitcoin Rontok, Pasar Kripto Terguncang

Dalam rangka memberikan literasi dan edukasi seputar dunia finansial, Indonesia Capital Market Festival (ICMF) kembali digelar. ICMF merupakan acara yang digagas dari kolaborasi antara tiga universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Prasetya Mulya, dan Universitas Bina Nusantara.

ICMF 2022 mengusung tema utama yaitu “Financial Alliance: Revitalize The Indonesian Economy”. Melalui tema ini, ICMF percaya meningkatkan literasi finansial di Indonesia akan mendorong dan memastikan kemajuan perekonomian.

“Investasi kripto dan implementasi teknologi blockchain yang tumbuh pesat juga turut membantu perekonomian Indonesia. Kita patut bersyukur Indonesia menjadi salah satu negara pemimpin dari sisi regulasi, di mana pemerintah memberikan dukungan penuh untuk berbagai inovasi yang hadir,” pungkas Jonathan.

Tinggalkan Komentar