Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

TransJakarta Tutup Sementara 9 Halte Mulai 15 April 2022

Transjakarta Halte
(ist)

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) berencana menutup sementara sembilan halte mulai 15 April 2022 karena adanya revitalisasi di 11 halte Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik DKI Jakarta tersebut.

“Guna meningkatkan kelengkapan fasilitas dan kenyamanan pelanggan, TransJakarta akan melakukan revitalisasi di 11 halte. Mulai 15 April 2022, sembilan dari 11 halte akan dilakukan penutupan sementara,” tulis TransJakarta dalam akun Twitter resminya @PT_Transjakarta, Sabtu (9/4/2022).

Sembilan halte yang akan ditutup sementara mulai 15 April 2022 itu adalah:
1. Halte Dukuh Atas 1
2. Halte Tosari
3. Halte Juanda
4. Halte Cawang Cikoko
5. Halte Bundaran HI
6. Halte Sarinah
7. Halte Kebon Pala
8. Halte Gelora Bung Karno
9. Halte Stasiun Jatinegara 2

Baca juga
Foto: PPKM Level 2 di DKI Jakarta Diperpanjang hingga 7 Februari 2022

Sementara itu, dua halte lainnya, telah dilakukan penutupan sementara sebelumnya yakni Halte Balai Kota dan Halte Kwitang.

Sebagai alternatif halte yang bisa digunakan pelanggan sebagai pengganti halte yang ditutup sementara tersebut, TransJakarta menyebut akan segera menginformasikannya lebih lanjut.

“Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan rute alternatif untuk halte yang ditutup sementara. Jika memiliki pertanyaan terkait layanan kami dapat menghubungi 1500-102 atau ‘mention’ di akun Twitter resmi @PT_Transjakarta,” tulis TransJakarta.

Sebelumnya, Direktur Utama TransJakarta Mochammad Yana Aditya mengatakan pihaknya akan merevitalisasi 46 halte pada tahun 2022 ini dengan anggaran yang harus disiapkan diprediksi mencapai angka sekitar Rp600 miliar.

Baca juga
Besok Jenderal Andika Akan Jalani Uji Kelayakan Calon Panglima TNI

“Untuk pengembangan halte itu memang kita ada revitalisasi atas 46 halte yang ada di DKI Jakarta. Kita ada 46 yang sudah kita siapkan rancangannya. Anggaran total pembangunan halte tadi sekitar Rp600 sekian miliar,” kata Yana di Gedung DPRD DKI Jakarta, 15 Maret lalu.

Saat itu, ia tidak merinci di mana saja lokasi halte yang akan direvitalisasi, Yana hanya bilang dana revitalisasi halte itu bersumber dari internal perusahaan.

Yana mengatakan dengan revitalisasi itu halte eksisting akan diperlebar. Tujuannya untuk mengurai penumpukan penumpang saat menunggu kedatangan bus.

Tinggalkan Komentar