Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.comototeknocyberlifeTren Investasi Kripto 2026 Menurut Data TRM Labs

Tren Investasi Kripto 2026 Menurut Data TRM Labs

Ibnu Medium.jpeg
Rabu, 6 Mei 2026 - 04:00 WIB
Share
Ilustrasi kripto. (Dok. TokoCrypto)

Ilustrasi kripto. (Dok. TokoCrypto)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja (Pintu) menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas intelektual global, Mensa Indonesia, untuk memperkuat literasi terkait aset digital. Sinergi ini diwujudkan melalui sesi edukasi bertajuk “The Future of Blockchain and Cryptocurrency” yang diselenggarakan pada Sabtu (25/4/2026).

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 50 anggota Mensa Indonesia ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai industri kripto, mulai dari dasar-dasar teknologi blockchain, perkembangan ekosistem, hingga strategi investasi yang relevan.

Chairman Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan, menyambut positif inisiatif edukasi tersebut. Sebagai komunitas yang mewadahi individu dengan intelligence quotient (IQ) tinggi, Mensa berfokus pada pertukaran ide dan pengetahuan.

“Kehadiran PINTU dalam acara ini memberikan perspektif baru bagi anggota kami. Kripto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek kripto dan blockchain, serta potensi ke depannya,” ujar Satriadi.

Fokus pada Inovasi Tokenisasi Aset

Dalam paparannya, Blockchain & Crypto Specialist PINTU, Ari Budi Santosa, menyoroti bahwa persepsi masyarakat terhadap kripto harus mulai bergeser dari sekadar instrumen perdagangan (trading) menjadi teknologi pendorong efisiensi finansial.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan utama adalah tokenisasi aset. Melalui teknologi ini, aset dunia nyata seperti saham, emas, hingga komoditas lainnya dapat diubah menjadi token digital yang diperdagangkan secara fraksional (sebagian) dan global.

"Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif serta memiliki likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan aset tradisional," ungkap Ari.

Edukasi ini dinilai sangat relevan di tengah meroketnya adopsi aset kripto. 

Berdasarkan data dari TRM Labs, aktivitas ritel kripto global pada Kuartal I/2026 telah menyentuh angka US$79 miliar. Di dalam negeri, laporan State of Mobile 2025 dari Sensor Tower menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi kripto tertinggi kedua di dunia, yakni mencapai 54 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Ke depannya, PINTU berharap kolaborasi dengan komunitas seperti Mensa Indonesia dapat terus berlanjut. "Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,” pungkas Ari.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com