Trigeminal Neuralgia Kerap Disebut Penyakit Bunuh Diri

Trigeminal Neuralgia Kerap Disebut Penyakit Bunuh Diri  - inilah.com
istimewa

Banyak penderita nyeri wajah trigeminal neuralgia berada pada usia produktif. Trigeminal neuralgia merupakan kelainan saraf yang menyebabkan nyeri wajah sebelah yang tidak tertahankan.

Alangkah hebatnya nyeri yang ditimbulkan, seringkali muncul dorongan untuk bunuh diri pada para penderitanya. Tak heran, penyakit ini dijuluki sebagai suicide disease (penyakit bunuh diri).

Serangan nyeri berat berulangkali bukan saja sebabkan penderitaan tetapi mengganggu produktivitas kerja karena penderita tak mampu melakukan apa-apa selain menahan nyeri.

Kurangnya dukungan orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga karena memang penderita trigeminal neuralgia terlihat sehat secara fisik membuat mereka merasa kesepian, depresi dan putus asa. Nyeri hebat yang muncul saat membasuh muka, terkena dingin atau hangat, menggosok gigi membuat penderita kadang tidak menghiraukan higienitas pribadi berhari-hari.

Baca juga  Pandemi Sebabkan Kasus Bunuh Diri pada Anak di Jepang Melonjak dalam 40 Tahun Terakhir

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengobatan atau penanganan trigeminal neuralgia dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah dengan pemberian obat antiepilepsi. Bila nyeri masih ada dan tidak ada perbaikan, maka akan dipertimbangkan untuk meningkatkan dosis atau mengombinasikan obat.

Bila hal-hal tersebut tak kunjung meringankan nyeri, maka dokter akan menganjurkan tindakan bedah mikro, yang dinamakan MVD (MicroVascular Decompression).

“Di RS PON, operasi bedah mikro akan dilakukan di bawah kerjasama tim dokter bedah saraf dan dokter spesialis saraf, guna mencapai hasil yang maksimal dan dengan menekan risiko seminimal mungkin,” kata dr. Mustaqim Prasetya, SpBS, Jakarta, Jumat, (08/10/2021).

Baca juga  Peraturan Baru, PNS Bisa Dipecat Sampai Wajib Lapor Harta

Untuk meminimalkan risiko komplikasi, maka selama tindakan MVD berlangsung akan dilakukan pemantauan ketat fungsi saraf dengan menggunakan alat IOM atau intraoperative monitoring untuk memonitor saraf-saraf lain yang berdekatan dengan lokasi operasi.

“Jadi tindakan operasi MVD sejauh risikonya minimal dengan hasil yang memuaskan. Data internal kami menunjukkan angka bebas nyerinya bisa mencapai 90 persen,” papar dr. Mustaqim Prasetya, SpBS lebih lanjut.

Dokter Mustaqim sekali menegaskan,nyeri trigeminal neuralgia dapat disembuhkan dengan metode yang tepat, yang dapat mengatasi sumber penyebab nyeri tersebut.

“Selanjutnya pasien bisa hidup bebas nyeri tanpa perlu mengkonsumsi obat,” tambahnya.

Baca juga  Polisi Tangkap Pinjol Peneror Ibu yang Bunuh Diri di Wonogiri

MVD ini merupakan pilihan pengobatan utama dan tidak ada pantangan usia atau tidak ada batasan usia, selama kondisi kesehatan memungkinkan dilakukan tindakan pembedahan.

“Pasien tertua yang pernah kami tangani dengan MVD berusia 85 tahun dan beliau sangat bersyukur karena nyeri trigeminal neuralgia yang beliau alami dapat teratasi,” katanya.

Tinggalkan Komentar