Kamis, 01 Desember 2022
07 Jumadil Awwal 1444

Tuding Ada Pelanggaran Paten, Moderna Gugat Pfizer dan BioNTech

Minggu, 28 Agu 2022 - 05:53 WIB
Moderna Pfizer
(ist)

Moderna menggugat Pfizer dan BioNTech dengan tudingan pelanggaran paten karena menyalin teknologi mereka untuk membuat vaksin sendiri.

Mengutip Associated Press, Moderna menyebut vaksin Pfizer dan BioNTech Comirnaty melanggar paten yang mereka ajukan beberapa tahun lalu untuk melindungi teknologi di balik produk vaksin Spikevax. Moderna lalu mengajukan tuntutan hukum pelanggaran paten di pengadilan federal AS dan pengadilan Jerman.

Baik vaksin Moderna maupun Pfizer sama-sama menggunakan teknologi mRNA.

“Saat COVID-19 muncul, baik Pfizer maupun BioNtech tidak memiliki tingkat pengalaman seperti Moderna dalam mengembangkan vaksin mRNA untuk Virus Corona,” kata Moderna dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan pada Jumat (26/8/2022).

Baca juga
13 Rekomendasi Baru IDAI Soal PTM saat COVID-19 2022

Moderna mengatakan mulai mengembangkan teknologi mRNA pada 2010. Teknologi ini membantu perusahaan memproduksi vaksin dengan cepat setelah pandemi tiba pada awal 2020.

Moderna meyakini vaksin pesaingnya melanggar paten yang diajukan pada 2010 dan 2016. Dalam pengaduannya, Moderna menyebut Pfizer dan BioNTech menyalin beberapa fitur penting termasuk membuat modifikasi kimia yang sama persis pada mRNA mereka yang pertama kali dikembangkan oleh para ilmuwan Moderna beberapa tahun sebelumnya dan kemudian digunakan di Spikevax.

Awalnya Moderna sempat mengatakan bahwa mereka tidak akan memberlakukan paten di 2020. Akan tetapi pada Maret, pernyataan itu akan diperbaharui mengingat pasokan vaksin meningkat secara global.

Baca juga
Mantan Karyawan Gugat Tesla atas Tindakan PHK Massal

Paten dikatakan tidak akan ditegakkan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, Moderna berharap Pfizer dan BioNTech menghormati kekayaan intelektual Moderna dan mempertimbangkan ‘lisensi yang wajar secara komersial’ di pasar lain jika diminta.

“Pfizer dan BioNTech telah gagal melakukannya,” sebut Moderna dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, juru bicara Pfizer Pam Eisele mengatakan mereka belum sepenuhnya mempelajari isi gugatan Moderna. Namun pihaknya mengaku terkejut sebab vaksin didasarkan pada teknologi eksklusif yang dikembangkan BioNTech dan Pfizer.

Lewat email, Pfizer mengatakan akan ‘membela dengan kuat’ dari tuduhan apapun. Sementara BioNTech dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam menyebut karyanya adalah ‘asli’ dan akan mempertahankan hal ini.

Tinggalkan Komentar