Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Tujuh Fakta Menarik tentang Serial ‘All of Us Are Dead’

serial All Of Us Are Dead

Serial mendebarkan ‘All of Us Are Dead‘ berkisah mengenai sekelompok murid SMA yang terperangkap di sekolah yang menjadi tempat penyebaran wabah zombie. Mereka pun harus bersatu dan berjuang bersama untuk bertahan hidup sampai bala bantuan tiba.

Jika Anda penasaran untuk mengetahui lebih banyak hal mengenai serial bergenre horor thriller asal Korea Selatan ini, berikut tujuh fakta menarik dari ‘All of Us Are Dead’, seperti dikutip dari siaran resmi Netlix:

Webtoon aslinya digemari pemain

‘All of Us Are Dead’ diangkat dari sebuah webtoon populer karya Joo Dong-geun yang disebut sebagai novel grafis zombie bergaya Korea berkat imajinasinya yang liar, kisahnya yang mencekam, dan detailnya yang cermat.

Popularitas yang tinggi dari webtoon ini juga menjadi alasan para pemain untuk bergabung dalam serial live-action ‘All of Us Are Dead’.

Yoon Chan-young menyatakan antusiasmenya ketika ditawarkan audisi karena familiar dengan webtoon aslinya.

Aktris Lee You-mi turut berkomentar, “Saya sudah membaca webtoon aslinya dan selalu penasaran dengan karakter yang saya perankan. Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa memainkannya.”

Bagi sang sutradara, Lee JQ, ada sebuah tekanan dan tanggung jawab besar dalam mengadaptasi sebuah webtoon legendaris.

“Kami bertemu dengan penulis aslinya dan berdiskusi banyak tentang bagaimana kami bisa menghidupkan ceritanya. Kami ingin mengangkat tentang harapan seperti apa yang harus dibawa ketika menjalani hidup, dan apa artinya menjadi manusia. Tak hanya menghibur, kami juga ingin membuat sebuah drama yang dapat membuat orang berpikir,” kata Lee JQ.

Baca juga
Gaet Gogoro, Motor Listrik Gojek Siap Mengaspal di Jakarta

Faktor pembeda

Meskipun zombie bukan genre yang asing lagi di industri film Korea, ‘All of Us Are Dead’ memiliki faktor unik yang membedakannya dari yang lain. Menurut sang sutradara, serial ini berfokus pada sekolah sebagai latar utamanya di mana kita dapat melihat anak-anak muda membuat pilihan mereka.

Aktor Lim Jae-hyeok menimpali bahwa latar sekolah juga tidak memungkinkan para murid untuk memiliki senjata ampuh –seperti senapan– layaknya kisah-kisah zombie lainnya. “Kami hanya menggunakan apa yang ada di sekitar, seperti peralatan sekolah, meja, dan kursi. Menurut saya, ini faktor yang sangat membedakan,” katanya.

Pelatihan laga yang menantang

Menyuguhkan banyak adegan laga, para pemain membutuhkan pelatihan tiga bulan yang menantang. Yoon Chan-young berbagi kisah mengenai beratnya latihan bela diri yang dilakukan selama sejam penuh sebanyak tiga kali. Efek pelatihan ini juga dirasakan oleh Lomon yang hanya bisa terbaring di kasur selama tiga hari dan membutuhkan akupuntur.

Sutradara Lee JQ pun bercerita mengenai kekhawatirannya dan sang pengarah laga di awal mengenai para pemain yang sepertinya membutuhkan stunt double. “Meski sempat khawatir, ternyata mereka cepat sekali membaik karena masih muda. Mereka mampu membangun energi dengan cepat,” ucapnya.

Baca juga
Foto: Warga Nikmati Libur Tahun Baru 2022 dengan Bermain Game di Mall

Cuma ada satu murid SMA di antara para aktor

Meskipun sebagian besar karakternya adalah murid SMA, pada kenyataannya hanya Park Ji-hu yang masih bersekolah.

“Usia saya kini 20 tahun, namun saya memang seusia dengan On-jo ketika syuting. Kadang-kadang saya pergi ke lokasi syuting mengenakan seragam asli sebelum akhirnya berganti ke seragam sekolah di serial ini,” ujar Park Ji-hu.

Usianya yang muda membuat Park Ji-hu pun sering memanggil lawan mainnya dengan sebutan ‘paman’ dan ‘bibi’, termasuk kepada Lim Jae-hyeok dan Lee You-mi.

Persahabatan antara dua musuh bebuyutan

Dalam serial ini, karakter Yoon Gwi-nam yang diperankan oleh Yoo In-soo ingin membalas dendam kepada Lee Cheong-san yang diperankan oleh Yoon Chan-young. Namun, di kehidupan nyata, kedua aktor ini justru berteman dekat.

Yoo In-soo menceritakan kekesalannya mengenai Yoon Chan-young yang mencopot stiker nama karakter In-soo di ponselnya.

“Sebenarnya, teman-teman main saya di sini tidak ada yang ingin memasang nama karakter saya. Tapi dengan Chan-young, kami berbicara setiap hari! Dia teman dekat saya. Mengetahui dia mencopot nama saya dari ponselnya, saya sangat sakit hati,” ujar Yoo In-soo.

Baca juga
Pink 'Colek' Ronaldo Minta Jersey, Balasannya Bikin Kagum

Persahabatan mereka juga terlihat ketika keduanya sama-sama muntah setelah melewati pelatihan yang menantang.

Choi Yi-hyun menikmati peran sebagai anak SMA

Aktris berusia 22 tahun ini memiliki wajah imut yang membuatnya tampak awet muda. Tak heran Choi Yi-hyun sering mendapat kepercayaan untuk memerankan siswi SMA.

Perannya sebagai Choi Nam-ra, seorang ketua kelas yang dingin dan tak pandai berteman, akan siap mencuri perhatian Anda dengan perkembangan karakternya. Choi Yi-hyun pun mengaku menikmati peran yang lebih muda dari usia aslinya.

“Saya senang memainkan karakter yang mengenakan seragam sekolah. Saya punya wajah yang tampak muda, dan saya rasa itulah rahasia untuk memerankan peran-peran ini. Saya siap mengambil peran murid SMA lainnya,” ungkap Choi Yi-hyun.

Sang pencipta lagu dan penyanyi Lim Jae-hyeok

Berperan sebagai karakter yang ingin menjadi seorang penyanyi, tidak ada yang menyangka bahwa Lim Jae-hyeok ternyata juga dapat menciptakan lagu. Dalam salah satu adegan, karakternya menyanyikan sebuah lagu untuk menghibur kawan-kawannya. Sutradara Lee JQ pun menantang Lim Jae-hyeok untuk menciptakan lagunya sendiri.

“Saya mencoba memikirkan apa yang anak-anak ini ingin dengar. Saya pikir ‘ayo pulang’ merupakan pilihan yang tepat, jadi saya mulai dari situ,” ujar Lim Jae-hyeok.

Tinggalkan Komentar