Tunggu 9 Tahun Lagi, Mendag Lutfi: PDB Indonesia Tembus Rp24.000 Triliun

Tunggu 9 Tahun Lagi, Mendag Lutfi: PDB Indonesia Tembus Rp24.000 Triliun - inilah.com

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memproyeksikan, salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang akan berasal dari ekonomi digital.

“Hal ini tentu tidak sebatas hanya e-commerce saja, tetapi mencakup kegiatan ekonomi yang lebih luas, seperti financial, travel, education, health, dan lainnya,” ujar Mendag Lutfi dalam acara Gambir Trade Talk, Selasa (12/10/2021).

Mendag Lutfi menilai, populasi besar jadi salah satu kekuatan utama Indonesia pada sektor ekonomi digital. Itu ditopang oleh adanya 197 juta lebih pengguna internet di Tanah Air saat ini.

“Angka ini bahkan diproyeksikan bertambah menjadi 250 juta orang pada tahun 2050,” sambungnya.

Baca juga  Undang APTRI, Mendag Lutfi Bertekad Sejahterakan Petani Tebu

Apabila diukur dengan gross merchandise value (GMV), ia melanjutkan, potensi ekonomi digital indonesia sangat besar dan jauh melebihi negara lain di kawasan ASEAN.

“Pada 2020 lalu, ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi 4 persen terhadap GDP. Namun pada 2030 GDP indonesia diperkirakan tumbuh setidaknya 1,5 kali lipat dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun, setidaknya,” tegasnya.

“Ekonomi digital Indonesia juga diyakini akan tumbuh setidaknya delapan kali lipat, dari Rp632 triliun hari ini menjadi Rp4.531 triliun,” dia menambahkan.

Menurut Mendag Lutfi, sektor perdagangan elektronik atau e-commerce diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia. Perdagangan elektronik pada 2030 diperkirakan memberikan kontribusi hingga Rp1.908 triliun, atau sekitar 33-34 persen dari total ekonomi digital.

Baca juga  Meski Negara Terima Ratusan Triliun, Anies Tetap Kampanye Antirokok

“Sementara kontribusi besar lainnya akan bersumber dari skema business to business (B2B), termasuk supply chain dan logistik sebesar Rp763 triliun, atau 13 persen. Online travel sebesar Rp575 triliun, atau 10 persen. Corporate services Rp529 triliun atau setara 9 persen,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar