Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Tunggu Data Ekonomi, Bursa Berjangka AS Jatuh

Kamis, 01 Sep 2011 - 18:39 WIB
Penulis : inilah

 

INILAH.COM, Madrid – Saham berjangka AS melemah pada Kamis (1/9). Investor tampak siap mencairkan keuntungan, karena kekhawatiran menjelang rilisnya data klaim pengangguran mingguan dan aktivitas manufaktur.

Futures di Dow Jones Industrial Average turun 40 poin menjadi 11.563, sedangkan indeks berjangka Standard & Poor 500 merosot 5,5 poin ke level 1.212,20 dan indeks Nasdaq 100 merosot 5,25 poin ke 2.235,25.

Wall Street berakhir menguat semalam, menandai kenaikan empat hari berturut-turut untuk Dow Jones, yang ditutup naik 53,58 poin, atau 0,5%, ke level 11.613,53. Namun, sepanjang Agustus, Dow dan S & P500  mengalami koreksi terburuk sejak Mei 2010.

Louise Cooper, analis pasar di BGC Partners mengatakan, sementara saham sudah murah, hanya sedikit trader yang benar-benar memiliki keyakinan dalam keuntungan pasar baru-baru ini.

"Ada banyak kepentingan jangka pendek di luar sana. Kami sudah tekoreksi sangat dalam dan itu normal untuk mencapai reli dari pasar yang bearish. Tapi, benar-benar ada ketidakpastian yang terlalu banyak, seperti kekhawatiran utang di AS dan Eropa,” kata Cooper.

"Apa yang akan membuat Anda melakukan aksi beli? Hanya ada skenario buruk yang begitu banyak di luar sana, "katanya.

Data-data ekonomi yang akan dirilis juga menekan pasar. Seperti data klaim pengangguran mingguan, dengan data produktivitas kuartal kedua di saat yang sama. Data klaim pengangguran mungkin mendapat perhatian ekstra, menjelang non-farm payrolls.

Selain itu, ada juga indeks manufaktur ISM AS dan belanja konstruksi. Ekonom memperkirakan indeks ISM akan turun sampai 48,5% untuk Agustus dari 50,9% di bulan sebelumnya. Angka di bawah 50% berarti kegiatan di sektor tersebut berkontraksi.

Dari sisi perusahaan, akan dirilis penjualan toko ritel Agustus  dan penjualan mobil AS serta hasil kuartalan H & R Block Inc.

Di Eropa, pasar jatuh, dengan konglomerat Prancis Lagardere jatuh lebih dari 10%, setelah ekspektasi turunnya laba. Indeks Stoxx 600 Eropa turun 0,7% menjadi 236,06.

Sedangkan sebagian besar saham Asia naik setelah data manufaktur China menunjukkan kenaikan pada Agustus.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun US$ 12,80 menjadi US$ 1.818,90 per ounce, sementara minyak mentah untuk pengiriman Oktober turun 34 sen menjadi US$ 88,47 per barel. [ast]