Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Tuntaskan Pesan Presiden, Mendag Kawal Minyakita hingga Indonesia Bagian Timur

Kamis, 11 Agu 2022 - 17:49 WIB
Penulis : Diana Rizky
Editor : Ahmad Munjin
Tuntaskan Pesan Presiden, Mendag Kawal Minyakita hingga Indonesia Bagian Timur - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Agus Priatna)

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan secara resmi melepas pendistribusian minyak goreng kemasan rakyat dengan merek  ‘Minyakita’ ke Indonesia bagian Timur pada Kamis, (11/8/2022). Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok Terminal Kontainer Dermaga 108, Jakarta Utara.

Dalam pelepasan kontainer, Mendag juga menggandeng Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. “Melalui program tol laut dari Kemenhub, saya berharap masyarakat di Indonesia Timur dapat menikmati minyak kemasan sederhana dengan harga Rp14 ribu,” kata Zulhas, sapaan akrab Mendag, saat meresmikan pelepasan migor tersebut.

Tuntaskan Pesan Presiden, Mendag Kawal Minyakita hingga Indonesia Bagian Timur - inilah.com
(Foto: Inilah.com/Agus Priatna)

Sementara itu, Menhub mengatakan, sekarang tol laut sudah dapat memberikan harga-harga menjadi terjangkau. “Tol laut berikan harga yang relatif terjangkau. Semoga harga (minyak goreng kemasan sederhana) Rp14 ribu tetap bisa dipertahankan,” kata Budi.

Kali ini, Mendag meluncurkan sekitar 1,3 juta liter minyak dengan berat 1.200 ton yang dikirim dengan menggunakan kapal ke Indonesia Timur hingga Merauke.

Baca juga
Putri Candrawathi Menangis Terus Selama Penggeledahan Timsus dan Brimob

“Rinciannya ada ke Papua, Papua Barat kemudian Maluku, Kupang, Timika, dan Merauke. Yang kita lakukan hari ini, menutup dari seluruh kegiatan hampir tiga bulan untuk menjadikan minyak curah di harga Rp14 ribu,” jelas Zulkifli.

Zulkifli juga menyatakan, selama ini harga minyak goreng di Indonesia bagian Timur lebih mahal dibandingkan daerah lainnya yang sudah berkisar di harga Rp13 ribu hingga Rp14 ribu. Hal ini dikarenakan biaya pengiriman atau biaya transportasi yang mahal untuk bisa mendistribusikannya.

“Tapi memang di Papua Maluku NTT itu masih variatif, ada yang Rp17 ribu hingga Rp19 ribu. Oleh karena itu, dengan adanya jalur tol laut ini menjadi ringan, karena yang (Indonesia) Timur itu yang mahal (biaya) transportnya,” terang Zulkifli.

Tinggalkan Komentar