Senin, 27 Juni 2022
27 Dzul Qa'dah 1443

Turun 2,56 Persen, Larangan Ekspor CPO Ancam Neraca Perdagangan

Selasa, 17 Mei 2022 - 15:30 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Turun 2,56 Persen di April 2022, Larangan Ekspor CPO Ancam Neraca Perdagangan- inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menurun pada April 2022 baik secara volume maupun nilai.

“Kalau kita lihat ekspor kita pada April 2022 untuk CPO, baik nilai maupun volume itu mengalami penurunan. Tapi apakah itu berkaitan dengan kebijakan pelarangan ekspor, yang jelas ekspor CPO April itu mengalami penurunan,” kata Margo Yuwono saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Margo Yuwono memaparkan secara nilai ekspor CPO April 2022 sebesar 2,99 miliar dolar AS, turun 2,56 persen ketimbang pada Maret 2022 Sedangkan secara volume, ekspor CPO pada April 2022 mencapai 1,93 juta ton, turun 10,49 persen ketimbang bulan sebelumnya.

Baca juga
Tiga Saham Disuguhkan di Tengah Volatilitas IHSG

Menurut dia, jika larangan ekspor CPO tidak dicabut, maka ekspornya akan mengalami penurunan pada bulan-bulan berikutnya dan akan berdampak pada ekspor Indonesia.

“Tentu saja kalau tidak dicabut akan berdampak terhadap ekspor kita. Tapi, bagaimana dampaknya kepada neraca perdagangan, ya kita lihat neraca perdagangan di bulan selanjutnya,” ujar Margo Yuwono.

Pemerintah melarang sementara ekspor CPO, Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil), Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein (RBD Palm Olein), dan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sejak 28 April 2022 sampai harga minyak goreng curah mencapai keterjangkauan.

Larangan tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 tentang tentang Larangan Sementara Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein, dan minyak jelantah.

Baca juga
Per September 2021, BPS: Jumlah Penduduk Miskin Turun Jadi 26,5 Juta

Berdasarkan peraturan tersebut, produk yang sementara ini dilarang untuk diekspor adalah CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein, dan minyak jelantah atau UCO

Larangan ekspor sementara berlaku untuk seluruh daerah pabean Indonesia. Dari kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas atau KPBPB yaitu Batam, Bintan, Karimun, dan Sabang.

Tinggalkan Komentar