Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Twitter Alissa Wahid Digeruduk Buzzer Gegara Bela Warga Wadas

Twitter Alissa Wahid Digeruduk Buzzer Gegara Bela Warga Wadas
Twitter Alissa Wahid Digeruduk Buzzer Gegara Bela Warga Wadas

Koordinator jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengaku diserang buzzer usai mengecam tindakan aparat kepolisian terhadap warga Wadas.

Alissa akui dia diserang oleh buzzer dan akun-akun yang tidak nyata alias robot di Twitter .

“Tiba-tiba tab mention saya dipenuhi pesan yang sama soal Wadas. Terkoordinasi amat. Ndak organik,” kata Alissa di Twitter pribadinya, @AlissaWahid.

Dalam cuitan selanjutnya, Alissa Wahid me-retweet salah satu akun yang sepertinya tidak berada di pihak yang sama soal warga Wadas. Dalam cuitan akun @_AnakKolong tersebut menyebutkan, Putri Gus Dur bukan Gus Dur.

Putri Sulung Presiden Keempat Republik Indonesia Abdurachman Wahid mengajak teman-teman yang akunnya diserang netizen untuk bersabar.

Baca juga
Status PPKM Jabodetabek Naik ke Level 3

“Manteman yang sedang diserbu mention, sabar ya.. Pemensyen itu mengira kita punya kepentingan soal Wadas-nya. Mereka lupa bahwa selama ini kita tak hanya bicara Wadas, bahwa kita berkali-berkali berada di titik yang sama: menemani warga yang lemah dan dilemahkan di berbagai kasus,” kata Alissa Wahid.

Alissa Wahid memang melakukan pembelaan terhadap puluhan warga Desa Wadas yang ditahan polisi.

Beberapa jam setelah peristiwa di Desa Wadas terjadi, Aliisa Wahid langsung menyerukan kepada Kapolda Jawa Tengah untuk membebaskan warga yang ditahan. Dia juga meminta, Gubernur Ganjar Pranowo untuk menunda pengukuran dan mengedepankan musyawarah.

Baca juga
Twitter Berencana Batasi Konten Media Belarusia

Alissa sendiri tidak setuju dengan kekerasan aparat kepolisian. Dia tidak melarang pembangunan Bendungan oleh pemerintah.

“Monggo bangun bendungan kalau memang maunya begitu. Ambil andesitnya dari tempat yang warganya nggak menolak. Dan yg terpenting jangan pakai kekerasan saat menghadapi rakyat kecil,” ucapnya.

Sebelumnya Alissa Wahid ikut mengecam tindakan kepolisian terhadap warga Desa Wadas.”Atas nama @GUSDURians, kami meminta Kapolda Jateng untuk membebaskan warga Wadas yang ditahan,” tulisnya.

“Juga meminta kepada Gub Jateng pak @ganjarpranowo untuk menunda pengukuran dll sampai kita selesai bermusyawarah, dan menghindarkan clash antara rakyat dengan aparat negara.” katanya.

Tinggalkan Komentar