Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

UAH Beri Sentilan untuk Gus Miftah soal Rendang Babi

Senin, 20 Jun 2022 - 16:35 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Editor : Fadly Zikry
Whatsapp Image 2022 06 20 At 16.31.35 - inilah.com
(Foto ist)

Pendakwah sekaligus pendiri Quantum Akhyar Institute Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjawab pertanyaan Gus Miftah terkait polemik rendang babi yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Gus Mitftah saat itu mengeluarkan pernyataan “Sejak kapan rendang punya agama?” menanggapi polemik rendang babi tersebut.

UAH pun melalui potongan video yang beredar, menjawabnya dengan tegas.

“Jangan pernah mengecilkan siapapun, apalagi jika jadi tradisi, ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, maka dijawab sejak kapan batik calung dan angklung punya kewarganegaraan, paham jawabannya?” jelas UAH melalui potongan video yang dilihat pada Senin (20/6/2022).

“Kalau batik diklaim sama Malaysia mau tidak? tidak, karena batik adalah budaya Indonesia, sudah melekat, karena itu tak ingin diklaim,” tambahnya.

Baca juga
Gus Miftah Sarankan Dorce Kembali ke Kodratnya Sebagai Laki-Laki

“Pertanyaannya sejak kapan batik punya kewarganegaraan, kan sama saja, itu pertanyaan yang tidak berfaedah,” jelas dia.

UAH menyatakan jika sudah melekat, sudah dikenal baik dengan itu maka akan menjadi hukum.

“Karena itu yang setiap yang keluar dari Minang itu lekat dengan syariat walaupun produk makanan,” kata dia.

Dia mengatakan jika ada yang menanyakan agama terhadap makanan merupakan pertanyaan kurang kerjaan.

Seperti diketahui, Gus Miftah memberikan tanggapannya mengenai polemik restoran Padang yang menyediakan menu rendang babi, yang belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Munculnya menu rendang babi ini nyatanya membuat tersinggung masyarakat, khususnya dari suku Minang, hingga melebar ke ranah agama.

Baca juga
Soroti Logo Halal Kemenag, Ustaz Adi Hidayat: Ketentuan Syariat Harus Terang dan Jelas

Mengenai hal ini, Gus Miftah pun menyampaikan keresahannya melalui unggahan video di akun Instagramnya. Awalnya ia menjelaskan mengenai surat Al-Baqarah yang menjabarkan ajakan kepada umat Muslim untuk makan makanan yang halal.

Gus Miftah menjelaskan bahwa ajakan tersebut hanya berlaku untuk umat Muslim, tidak untuk umat agama lain. Ia menuturkan umat non-Muslim bebas memakan apa saja dan membuat masakan dengan berbagai racikan.

“Kewajiban makan makanan yang halal itu untuk orang Islam ya, orang non Islam ya terserah mau makan apa, termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa, ya selera mereka,” kata Gus Miftah.

Baca juga
UAH Ajak Umat Berdoa untuk Eril: Semoga Allah SWT Memberikan Segala Takdir Terbaik

Tak hanya itu, Gus Miftah juga menyoroti pedagang rendang babi tersebut yang sudah memberikan label non halal untuk restorannya. Menurutnya dengan label tersebut sudah bisa membuat orang lain memilih untuk membeli atau tidak.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @fuadbakh

Tinggalkan Komentar