Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

UAH Care Bangun Masjid Tahan Gempa di Kampung Gintung Cianjur

Selasa, 10 Jan 2023 - 11:28 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Desain Masjid Tahan Gempa yang tengah dibangun UAH Care (Foto: Dok UAH Care)
Desain Masjid Tahan Gempa yang tengah dibangun UAH Care di Cianjur, Jawa Barat (Foto: Dok UAH Care)

Direktur Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH) melalui program UAH Care tengah melanjutkan pembangunan di Kampung Gintung, daerah Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pasca-gempa magnitudo 5,6 pada November 2022 lalu.

Teranyar, program pembangunan masjid tahan gempa di daerah terdampak itu tengah digalakkan UAH sejak satu bulan bencana itu melanda Cianjur.

Koordinator UAH Care Andre Firmansyah mengatakan, pembangunan masjid saat ini masih berlangsung dan menjadi salah satu program prioritas dari pihak mereka.

“Saat ini proses pembangunan masjid itu sedang berlangsung. Kami targetkan bisa rampung dalam 3 bulan ke depan,” kata Andre kepada inilah.com, Selasa (10/1/2023).

Andre menyebut, pembangunan masjid ini sejatinya memang diinisiasi oleh UAH, pasca-sang Ustaz mendatangi lokasi bencana. Beruntung, saat itu kata Andre, masyarakat di Kampung Gintung memiliki tanah wakaf yang pada prinsipnya memang diperuntukan untuk membangun sebuah masjid.

Whatsapp Image 2023 01 10 At 10.55.12 (4) - inilah.com
Desain Masjid Tahan Gempa yang tengah dibangun UAH Care.

Whatsapp Image 2023 01 10 At 10.55.12 (2) - inilah.com

Alhamdulillah ada tanah wakaf, trus kebetulan tanah itu udah dua tahun mau dibangun masjid tapi tidak jadi. Qodarullah kita mau bangun masjid bersama UAH,” jelas Andre.

Baca juga
Nadal Kalahkan Djokovic Lewat Drama 4 Jam di Perempat Final Roland Garros

Andre menyebut, masjid yang dibangun tergolong unik. Dari penuturannya, rumah ibadah itu berbentuk jemaat yang tengah sujud.

“Jadi kami bersinergi di dalam naungan UAH Care ini. Pembangunan masjid dibangun secara swadaya dan gotong royong. Hanya saja, ini pembangunan tetap kami pantau dan libatkan para ahli dan arsitek untuk memaksimalkan pembangunan masjid milik warga ini,” tandas dia.

Pembangunan Huntrap

Andre melanjutkan, program UAH Care turut membangun Kampung Gintung Cianjur juga merujuk pada pembangunan hunian-hunian sementara bagi warga.

UAH Care mengadakan pembangunan rumah sementara bertajuk Huntrap yakni Hunian Transisi Sementara Menunggu Tetap.

“Artinya menunggu bantuan pemerintah, pembangunan rumah tinggal RISHA (rumah instan sederhana sehat),” ujar dia.

Baca juga
Foto: Harga Bawang Putih Naik

Whatsapp Image 2023 01 10 At 10.55.09 - inilah.com

Total sudah terealisasi rumah Huntrap sebanyak 37 unit. Sama seperti pembangunan masjid, pembangunan Huntrap di setiap halaman rumah warga terdampak ini dilangsungkan dengan cara gotong royong.

“Diharapkan dengan Huntrap ini masyarakat tak lagi mengandalkan tenda-tenda pengungsian. Mereka diberi bahan bangunan dengan total 5 juta rupiah per keluarga. Namun, tentu ini tidak semua bisa direalisasikan. Kami prioritaskan warga yang betul-betul bergerak dan bekerja dibidang pembangunan untuk bisa merealisasikan Huntrap warga-warga lainnya,” lanjut Andre.

"Progres

Selain dua program tersebut, satu misi lain yang tak kalah penting digalakkan tim yakni alokasi air bersih.

“Program kita tidak selesai di situ, kami juga merampungkan pengeboran air. Soalnya sejak gempa itu air di Kampung Gintung kering. Jadi kita udah berjalan hampir satu bulan juga pengeboran air sulit juga,” ucap Andre.

Jika ditarik kembali, Andre melalui UAH Care juga telah merampungkan sejumlah program penanganan pasca-gempa. Di hari pertama gempa, kata dia, UAH Care terjun ke lapangan untuk membantu evakuasi dan pertolongan (SAR).

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Senin, 7 Februari 2022

Whatsapp Image 2023 01 10 At 10.55.08 - inilah.com

Kemudian, UAH selaku inisiator meminta untuk melanjutkan kegiatan dengan pendirian posko dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan sekitar 1500 warga di Kampung Gintung.

“Sambil itu berjalan, kita bangun hunian sementara tenda, kurang lebih ada sekitar 50 unit tenda pleton yang mampu menampung 1 tenda 20 orang. Itu berjalan selama hampir dua pekan,” pungkas Andre.

Tinggalkan Komentar