UAH: Waktu Singkat yang Mustajab di Hari Jumat untuk Berdoa

UAH: Waktu Singkat yang Mustajab di Hari Jumat untuk Berdoa - inilah.com
(inilah)

Hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Pada hari yang paling utama dari semua hari atau disebut Sayyidul Ayyam itu memiliki waktu yang sangat mujarab untuk berdoa. Kapankah itu?

Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyampaikan tentang waktu yang singkat di hari jumat dimana kemungkinan terkabulnya doa semakin besar. Dimana selain adanya sholat Jumat sebagai pengganti zuhur, ada juga waktu
istimewa di hari Jumat itu, yakni saat sore hari menjelang maghrib.

Hal tersebut, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam,

يعَن أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ ذَكَرَ يَوْمَ الجُمُعَةِ، فَقَالَ:  فِيه سَاعَةٌ لا يُوَافِقها عَبْدٌ مُسلِمٌ، وَهُو قَائِمٌ يُصَلِّي يسأَلُ اللَّه شَيْئًا، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاه

Baca juga  Jumat Berkah, Bantu Kuli Bangunan Bangun Pesantren untuk 250 Anak Yatim

“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba Muslim melaksanakan sholat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangan beliau sebagai gambaran akan sedikitnya waktu itu.” (Muttafaqun Alaih).

Ada dua pandangan berbeda tentang tafsiran hadits yang menganjurkan berdoa di sore hari itu, yakni terkait tata caranya.

UAH menjelaskan dalam pandangan pertama menyebutkan hanya berdoa saja tanpa diawali dengan ibadah tertentu.

Kemudian pandangan kedua adalah diawali dengan wudhu, sholat sunnah, dan berdoa.

“Tapi poin pentingnya kita memanfaatkan waktu sekejap untuk memohon kepada Allah SWT, “ kata Ustaz Adi Hidayat dalam kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Baca juga  Edarkan Kotak Amal Harus Izin?

Terkait waktunya, UAH menyarankan 30 menit sebelum waktu sholat maghrib tiba.

“Antara pukul 5 sampai 6 atau kita ambil pertengahan bisa setengah 6 atau 6 kurang seperempat kita duduk menghadap ke arah kiblat memohon kepada Allah SWT” ucap UAH.

Adapun di antara doa yang dibaca di waktu singkat itu sudah diwariskan dari para ulama.

Allahummakfina bi hihalalika an haramik, wa aghdina bitoatika al maksiatik, wa aghdina bitoatika wabifadlika ammatsiwak,” kata Ustadz Adi Hidayat membacakan doanya.

Adapun artinya adalah sebagai berikut, “Ya Allah, mohon cukupkan kepada kami segala yang halal darimu dan jauhkan kami dari segala yang Kau haramkan.”

Baca juga  Makan Soto Cukup Bayar dengan Doa

“Ya Allah mohon luaskan diri kami untuk selalu mendapatkan kesempatan bertaat kepadaMu, untuk meningkatkan ketaatan kami kepadaMu dan terjauh dari perbuatan-perbuatan yang Engkau larang.”

“Mohon luaskan diri kami untuk mendapatkan segala keistimewaan yang Engkau tetapkan yang berpeluang kami dapatkan dan jauhkan kami dari selain arhamarrahimin,” tutup UAH.

Tinggalkan Komentar