Ugal-ugalan Utang demi Biayai Infrastruktur, Hasilnya Kereta Cepat Merugikan Negara

Ugal-ugalan Utang demi Biayai Infrastruktur, Hasilnya Kereta Cepat Merugikan Negara - inilah.com
Said Didu (ist)

Sebagian besar proyek infrastruktur era Presiden Joko Widodo, dibiayai utang luar negeri. Mirisnya, banyak masalah saat proses pembangunan, hingga rampung.

Mantan Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu bilang, proyek infrastruktur perlu diaudit. Banyak sekali proyek yang tidak efisien bahkan diduga kuat ada permainan.

Apalagi saat ini, lanjut Said Didu, biaya pembangunan kereta cepat yang merupakan proyek kerja sama Indonesia dengan China, membengkak dari Rp86 triliun menjadi Rp114 triliun.

“Kalau dari proporsi saham maka 60 persen yang nanggung utang adalah Indonesia, sisanya 40 persen adalah China. Nah, sekarang biayanya bengkak. Belum lagi kalau sudah jadi, mau buat apa kereta itu,” tutur Said Didu kepada Inilah.com, Rabu (13/10/2021).
 
Saat ini, lanjutnya, Presiden Jokowi telah mengluarkan Perpres 93/2021 yang mengizinkan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dari APBN, kerugian negara semakin lengkap. “Artinya, utang proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, menjadi tanggungan negara,” ungkapnya.

Baca juga  Foto: Potret Presiden Jokowi Test Drive Mobil Listrik Saat Kunjungi GIIAS 2021 di ICE BSD

Belum lagi kalau kereta cepat rute Jakarta-Bandung sudah beroperasi, menurut Said Didu, bakal melahirkan masalah baru. Yakni, harga tiketnya yang 4-5 kali lipat ongkos naik travel atau kereta api kelas bisnis. kalau pengen murah lagi bisa naik bus. “Kalau kereta cepat enggak ada penumpang karena tiket mahal, malu benar pemerintah,” ungkapnya.

Agar tak malu, kata dia, pemerintah bisa saja nekat menutup kereta api Jakarta-Bandung yang harga tiketnya lebih terjangkau. Atau, pemerintah menyiapkan anggaran untuk subsidi khusus penumpang kereta cepat. Tentu saja, nilainya bisa ratusan miliar. Tetap saja pakai uang negara yang seharusnya bisa digunakan untuk kepentingan yang lebih besar.

Baca juga  SBY Langsung Berangkat ke Amerika Serikat untuk Jalani Pengobatan Kanker Prostat

Tinggalkan Komentar