Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

UGM Beri Penghormatan Terakhir untuk Prof Samekto Sang Panutan

Minggu, 25 Sep 2022 - 21:29 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
UGM Beri Penghormatan Terakhir untuk Prof Samekto Sang Panutan
UGM Beri Penghormatan Terakhir untuk Prof Samekto Sang Panutan

Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan penghormatan terakhir kepada Guru Besar Fakultas Kedokteran Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DIY pada Sabtu (24/9/2022).

Acara penghormatan terakhir kepada jenazah Prof Samekto berlangsung di Balairung UGM, Sleman, Minggu (25/9/2022).

“Almarhum merupakan sosok panutan serta memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk perkembangan keilmuan dan kemajuan fakultas,” ujar Rektor UGM Prof Ova Emilia saat memberikan sambutan.

Ova mengatakan selama mengabdi di UGM, Samekto dikenal sebagai sosok yang ramah, sabar, disiplin, serta memberikan kesempatan maju dan berkembang kepada para sejawat yang lebih muda serta kepada para mahasiswanya.

“Hal tersebut yang menjadi cerminan karakter pribadi beliau selama menjalankan tugas di Universitas Gadjah Mada,” kata dia. Almarhum menjabat sebagai Kepala Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf periode 2001-2009 dengan berbagai program dan terobosan, sehingga berhasil mencapai beberapa kemajuan.

Baca juga
Kominfo Buka Beasiswa S2 Dalam Negeri, Ini Ketentuannya

Selanjutnya, Samekto yang juga dokter spesialis syaraf berjasa dalam pengembangan layanan pasien dengan gangguan tidur pada tahun 2009.

Saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) pada 13 Oktober 2001, Samekto menyampaikan pidato berjudul “Neuropati Diabetika dan Impotensia”.

Dalam pidato tersebut, kata Ova, Samekto menyampaikan bahwa neuropati diabetik adalah gangguan saraf akibat penyakit diabetes yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa, dan dapat terjadi pada saraf di bagian tubuh manapun, neuropati diabetik lebih sering menyerang saraf di kaki.

Kadar gula darah tinggi, menurut almarhum, bisa menyebabkan saraf di seluruh tubuh mengalami kerusakan dalam jangka panjang.

Baca juga
Akademisi UGM Dukung Premium dan Pertalite Diganti Pertamax

“Hari ini, Universitas Gadjah Mada sangat berduka karena kehilangan salah satu insan terbaiknya. Atas nama keluarga besar UGM, saya menghaturkan ungkapan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Prof. Dr. dr. H. Samekto Wibowo, P.Far.K, Sp. FK(K), Sp.S(K),” ujar Ova Emilia.

Setelah mendapat penghormatan terakhir, jenazah Samekto kemudian diberangkatkan menuju Pemakaman keluarga di Pondok Muharrikun Najah, Desa Ngawonggo, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Sebelumnya Samekto Wibowo meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Gunungkidul, DIY, Sabtu (24/9/2022).

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron Marjono menjelaskan bahwa korban bersama beberapa rekannya berfoto di sekitar bawah tebing Pantai Sawal pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB.

Prof Samekto terhantam gelombang besar dan terseret hingga ke tengah perairan.

Baca juga
Guru Besar Prof Samekto Meninggal Terseret Ombak, UGM Kehilangan Sosok Penyabar

Petugas Satlinmas yang mengetahui peristiwa itu, kata dia, langsung mengevakuasi korban ke tepi pantai dan kemudian membawa ke Puskesmas Tepus.

Prof Samekto, kata dia, mengalami pingsan dan mulut berbusa diduga akibat terlalu banyak kemasukan air.”Namun, korban mengalami henti nafas dalam perjalanan menuju Puskesmas Tepus. Selanjutnya, jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Wonosari,” ujar Marjono.

Tinggalkan Komentar