Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Uji Coba Transaksi Tol Non Tunai Mulai Desember 2022

Senin, 27 Jun 2022 - 18:55 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Editor : Ibnu Naufal
Uji Coba Transaksi Tol Non Tunai Mulai Desember 2022
Pintu Tol/ist

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur mengatakan sistem Multi Lane Free Flow (MLLF) atau transaksi tol non tunai tanpa sentuh akan diuji coba pada Desember 2022 sebagaimana kesepakatan dengan pemerintah.

“Memang dari rencana program pemerintah, yaitu go live secara komersial sesuai perjanjian adalah 15 Desember 2022,” ujar Subakti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (27/6/2022).

Kendati demikian, katanya, saat ini kepastian uji coba sistem tersebut masih dalam tahap pembicaraan antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan regulator atau pemerintah, termasuk dengan progres pemasangan peralatan.

Baca juga
Pembangunan Tol IKN Nusantara Bersamaan dengan Istana Negara

Subakti juga mengungkapkan pihaknya hanya sebagai pelaksana sehingga belum berani memastikan apakah akan sesuai jadwal atau kemungkinan mundur.

“Memang schedule-nya masih Desember. Tapi mungkin bukan kami yang menjawab, jadi kami pelaksana saja dan tempat uji coba,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) PUPR Danang Parikesit mengungkapkan terdapat rencana uji coba sistem ini di 5 tol yang akan dilaksanakan pada Desember 2022.

“Kelima tol yang akan diuji coba adalah Tol Bali Mandara, Jagorawi, Jakarta-Cikampek, Tol Dalam Kota, dan JORR,” ujar Danang.

Pemerintah berencana memulai implementasi Multi Lane Free Flow atau MLFF pada akhir tahun ini.

Baca juga
Jasa Marga Imbau Masyarakat Antisipasi Penerapan GaGe di Jalan Tol Hari Ini

Pemberlakuan penuh MLFF akan dilaksanakan pada tahun 2023 atau 2024 setelah melalui serangkaian uji coba dan masa transisi, yang artinya implementasi MLFF tidak akan secara serentak dilakukan pada seluruh ruas jalan tol.

Sistem MLFF ini menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan melakukan transaksi melalui aplikasi khusus jalan tol di ponsel pintar atau smartphone.

Selanjutnya GPS akan menentukan lokasi yang ditentukan oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system. Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem kemudian akan melakukan kalkulasi tarif.

Dengan penerapan sistem ini pengendara tidak perlu lagi berhenti dan kendaraan dapat terus berjalan seperti biasa untuk membayar masuk tol, sehingga tidak ada lagi antrean di gerbang tol.

Tinggalkan Komentar