Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Uji Nyali Menteri Sofyan Berantas Mafia Tanah

Sabtu, 09 Okt 2021 - 23:37 WIB
Uji Nyali Menteri Sofyan Berantas Mafia Tanah  - inilah.com

Kalangan aktivis pertanahan belum melihat keseriusan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil dalam memberantas praktik mafia tanah.

Menurut Direktur Lokataru, Iwan Nurdin, pernyataan Menteri Sofyan Djalil akan memberangus para mafia tanah, masih sebatas rumor. Alias, belum konkrit hingga saat ini. “Kita belum melihat adanya action. Karena bahasanya baru mau memulai,” ungkap Iwan kepada Inilah.com, Sabtu (9/10/2021).

Selanjutnya, dia menguji nyali sang menteri untuk menginisiasi pendirian Posko Pelaporan Korban Mafia Tanah di Kantor BPN, Mabes Polri, Ombudsman dan KPK. “Bagus itu kalau dilakukan dalam waktu dekat,” paparnya.

Kata Iwan, Kementerian ATR juga harus menentukan jangka waktu kerja yang jelas dalam menyelesaikan laporan masyarakat. “Dan yang takal pentingnya, BPN perlu melibatkan masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga
Intip Kekompakan Keluarga Nirina Ungkap Mafia Tanah hingga Urus Orangtua di Rumah Sakit

Selain itu, Menteri Sofyan memprioritaskan konflik pertanahan yang menyangkut nasib rakyat kecil. Dipilah titik bekerjanya mulai dari korban mafia  yang sudah dirampas, tanah dipulihkan hak-haknya. “Seluruh pelaku ditangkap dan diumumkan,” tegasnya.

“Jika mafia tanah sedang beroperasi mencaplok tanah segera dihentikan juga dipulihkan hak-hak rakyat. Pengusaha yang caplok tanah rakyat, diminta segera kembalikan, bayar ganti rugi, dan aktornya diproses hukum. Kalau ada pejabat BPN langsung pecat,” ucap Iwan.

Dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (7/10/2021), Menteri Sofyan Djalil bertekad memberantas praktik mafia tanah. Jika tidak diperangi, maka hidup masyarakat tidak akan tenang.

Baca juga
Komite I DPD RI Desak ATR/BPN Berantas Mafia Tanah

Sebab, mafia tanah menghalalkan segala car termasuk bermain-main di proses penegakan hukum. Bisa saja ketika proses pengadilan berjalan, dalam waktu bersamaan kepemilikan tanah dialihkan tanpa sepengetahuan pemilik yang sah. Setelah itu, tiba-tiba terdapat penggusuran.

Dalam kasus semacam ini, kata Sofyan, tanah seseorang bisa saja diperebutkan oleh dua pihak mafia yang sama sekali tidak dikenal oleh pemilik tanah yang sah. Mereka bertarung merebutkan klaim di pengadilan pertama, tinggi, kasasi, hingga peninjauan kembali.

“Di PK kalah si B nanti tinggal dieksekusi, dieksekusi tanah orang yang nggak tahu apa-apa karena sudah ada keputusan. Jadi praktek-praktek mafia tanah ini luar biasa,” ujarnya.

Baca juga
Terdakwa Bantah Terlibat Mafia Tanah, Nirina Tantang Sumpah di Bawah Alquran

Selain itu, Menteri Sofyan menyebut, mafia tanah tidak hanya menyasar tanah rakyat. Namun, juga mengincar tanah negara baik pusat maupun daerah, termasuk BUMN.

Tinggalkan Komentar