Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

UMKM Harap Jus Pala Bisa Mendunia

Sabtu, 25 Jun 2022 - 16:50 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Editor : Ibnu Naufal
UMKM Harap Jus Pala Bisa Mendunia
Buah Pala/antaranews

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM jus pala dari Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, berharap jus pala yang mereka produksikan dapat mendunia.

“Kami berharap, ke depannya jus pala ini lebih terkenal dan dikenal oleh banyak masyarakat, bahkan dapat mendunia,” kata kepala pemasaran UMKM jus pala Morella, Roesda Leikawa, di Ambon, Sabtu (25/6/2022).

Hal ini dia sampaikan, saat menghadiri pemecehan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), Minum Jus Pala Terbanyak secara hybrid oleh Polda Maluku dengan jumlah 16.076 botol, yang dipusatkan di Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Kota Ambon, Sabtu.

Ia mengatakan, kegiatan rekor muri minum jus pala terbanyak yang dilakukan oleh polda maluku, sebanyak 16.076 ini, sangat membantu para petani dan UMKM dalam mempromosikan pala dan jus pala tersebut.

Baca juga
Bea Cukai Dorong Penguatan Fondasi Ekonomi Nasional Lewat UMKM

“Kami dari UMKM jus pala sangat berterima kasih karena kegiatan ini sangat membantu para petani dan UMKM tentunya untuk ke depannya. Karena promosi ini kan tidak hanya di indonesia tapi untuk dunia juga,” ucapnya.

“Mereka juga berencana mengekspor jus pala ini keluar dari Maluku. Namun sejauh ini, yang mereka lalukan hanya melalui beberapa orang yang dikenal. Kami berencana jus pala ini diekspor keluar tapi memang selama ini kita lakukan itu hanya melalui orang per orang. Jadi misalnya ada orang yang kita kenal ya mereka yang bawa. Ke Jakarta pernah, Bandung juga pernah,” kata Roesda,

Baca juga
Jika Paksakan Izin BPOM, Jutaan UMKM Terancam Gulung Tikar

Ia menjelaskan, biasanya pala yang diproduksi oleh UMKM jus pala, per bulan sebanyak 500 botol, tergantung banyak palanya juga. Kalau untuk per hari, lanjutnya, tidak menentu. “Kan diolah juga, diperiksa dulu, ada beberapa tahap-tahap yang dilakukan kemudian dibikin menjadi jus pala,” tandasnya.

Setiap pala yang diproduksi, Roesda menambahkan, mereka masukan ke tiap-tiap swalayan di Kota Ambon, untuk dijual kembali dengan harga yang berbeda dari harga yang UMKM mereka tentukan, yakni Rp7000.

“Orderannya setelah kegiatan ini tentunya pasti akan bertambah. Tapi biasanya itu jus pala ini kita masukan ke swalayan-swalayan yang ada di kota Ambon,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar