Undang APTRI, Mendag Lutfi Bertekad Sejahterakan Petani Tebu

Undang APTRI, Mendag Lutfi Bertekad Sejahterakan Petani Tebu - inilah.com

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjanji untuk meningkatkan pendapatan petani tebu di sejumlah daerah. Sejumlah skenario tengah disiapkan termasuk usaha untuk merevisi Peraturan Menteri Perdagangan No. 42/2016 yang menetapkan harga pokok petani (HPP) sebesar Rp9.100 per kilogram.

Janji itu disampaikan Mendag Lutfi saat mengundang perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) untuk berdiskusi di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikun yang ikut diskusi itu menuturkan, Mendag Lutfi berencana untuk meloloskan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan pendapatan petani tebu pada tahun depan.

Rencananya, Mendag Lutfi meminta mereka kembali ke Jakarta pada Oktober, atau setelah masa giling tebu usai. Pertemuan tersebut membahas lebih lanjut komitmen peningkatan kesejahteraan petani tebu.

Baca juga  Harga CPO Naik Terus, Minyak Goreng Diramal Makin Mahal Hingga Akhir Tahun

“Bagaimana nilai yang didapatkan ini harus naik, hasil yang diperoleh. Harga pasti jadi acuan kita, lalu produksi tebu kita meningkat itu juga bisa menaikkan pendapatan kita,” kata Soemitro.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Mendag Lutfi mengungkapkan rencana menggandeng Menteri BUMN Erick Thohir untuk membenahi pabrik gula yang mayoritas dikelola Holding BUMN perkebunan, PT Perkebunan Nusantara (Persero/PTPN) III.

Langkah itu diambil untuk memastikan harga beli tebu dari petani relatif stabil. “Usul-usul kita tidak bisa dijatuhkan kepada petani saja, kita sudah lelah meningkatkan produksi tinggi tapi kalau di pabrik tidak bagus bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan,” kata dia.

Baca juga  Jagung Mahal, Mendag Lutfi Sudah Prediksi, Masalahnya Stok Memang Tak Cukup

Sebelumnya, Holding BUMN perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III, membidik swasembada gula kristal putih (GKP) konsumsi melalui penguatan kemitraan dengan petani. Target ini dipatok seiring dengan terbentuknya holding pabrik gula di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara atau SugarCo.

Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, peningkatan produksi gula tidak bisa dicapai tanpa memperkuat kemitraan dengan petani.

Dalam situasi saat ini, dia mencatat bahwa sisa hasil usaha (SHU) petani tebu hanya berkisar Rp3,7 juta per hektare per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan SHU petani padi yang mencapai Rp11 juta per hektare per tahun.

“Kalau petani tidak disentuh, sia-sia upaya menaikkan produksi nasional karena makin banyak yang beralih ke tanaman lain yang lebih menguntungkan. Dalam lima tahun terakhir areal petani turun terus karena memang pendapatannya tidak menarik,” kata Abdul dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Senin (20/9/2021).

Baca juga  Vaksin Pfizer Untuk Masyarakat Umum di Jabodetabek

Dalam target perusahaan, pada 2024, petani mitra setidaknya bisa mencapai SHU sebesar Rp21,2 juta per hektare per tahun. Nilai tersebut diharapkan bisa menyentuh Rp36,5 juta pada 2030.

“Selama perkebunan PTPN tidak bisa menaikkan pendapatan petani di atas Rp11 juta [SHU pertanian padi], jangan harap petani mau menanam tebu, jadi patokan kami harus di atas Rp11 juta,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar