Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Uni Eropa Kecam Rencana Israel Bangun Permukiman Baru di Palestina

Rabu, 27 Jul 2022 - 11:58 WIB
Israel Pemukiman
Area pemukiman Israel di Wilayah Tepi Barat, Palestina (foto: BBC)

Uni Eropa menyampaikan kecaman terkait rencana Israel membangun permukiman baru di wilayah Tepi Barat, Palestina.

Meski demikian, surat kabar Al-Watan mengatakan bahwa pernyataan saja tidak cukup untuk mengendalikan pendudukan Israel di tanah Palestina.

Al-Watan berkomentar, bahwa faktanya, Eropa memiliki semua sarana yang sesuai untuk mengambil langkah-langkah efektif untuk mengakhiri tragedi ini.

Uni Eropa menyuarakan keprihatinan mereka mengenai rencana Israel membangun permukiman baru di wilayah Palestina.

Disebutkan ada 150 pos permukiman ilegal di Tepi Barat yang kemungkinan akan bertambah besar dan meningkatkan kekerasan langsung terhadap warga Palestina, kata surat kabar itu,

Baca juga
Pasukan Israel Bunuh Petempur Palestina

Al-Watan mengatakan bahwa permukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional dan merupakan hambatan utama bagi kesepakatan solusi dua negara yang digagas PBB

Meski memuji posisi Uni Eropa, surat kabar tersebut mendesak aksi nyata dari sekedar kecaman keprihatinan oleh Uni Eropa untuk menghentikan permukiman ilegal itu.

Al-Watan juga memperingatkan bahwa jumlah pemukim di Tepi Barat mencapai satu juta di tengah pembangunan permukiman yang tanpa henti.

Permukiman Israel menjadi rumah bagi satu juta pemukim dengan menempati wilayah seluas 201 kilometer persegi, sekitar 6,3 persen dari total luas Tepi Barat, laporan Al-Watan.

Hal itu menunjukkan bahwa pemukim memperoleh hak istimewa dan fasilitasi besar yang mendukung kehadiran mereka di wilayah Palestina yang dikuasai Israel.

Baca juga
42 Kasus COVID-19 Omicron Dikonfirmasi di 10 Negara Uni Eropa

Sementara pihak Israel menunjukkan pengabaian total terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, serta perjanjian yang dibuat antara Palestina dan Israel untuk menghentikan permukiman.

Al-Watan menyimpulkan bahwa saat Uni Eropa mengambil langkah dalam urusan perang di Ukraina dan masalah lainnya.

Namun, Uni Eropa seharusnya juga melakukan tindakan nyata terhadap Israel dan bukan kecaman semata untuk mendorong negosiasi serius berdasarkan resolusi internasional.

Tinggalkan Komentar