Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Upah Naik Hanya 1,09 Persen, Buruh Ngamuk Siap Mogok Nasional 3 Hari

Jumat, 19 Nov 2021 - 15:18 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal
Presiden KSPI Said Iqbal

Tolak keputusan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang menaikkan upah sebesar 1,09%, buruh siapkan mogok nasional 3 hari. Aksi setop produksi ini dilakukan 6-9 Desember 2021.

“Dua juta buruh siap melakukan aksi mogok nasional pada 6,7 dan 8 Desember 2021. Aksi ini serentak di 30 provinsi dan 150 kabupaten dan kota. Ingat, langkah kami ini bukan mogok kerja ya. Tetapi mogok nasional, setop produksi. Sesuai dengan UU 9/1998 tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Jumat (18/11/2021).

Dikatakan Said, ada dua agenda besar yang diperjuangkan buruh yang terdiri dari 60 federasi tingkat nasional dan 5 konfederasi buruh nasional. Pertama, mendesak pemerintah menaikkan upah buruh 7-10%. Kedua, mendesak Mahkamah Konstitusi mencabut UU Omnibus Law atau Cipta Kerja. “berdasarkan survai pasa KSPI, kenaikan upah rata-rata yang ideal untuk tahun depan berkisar 7 persen hingga 10 persen. Kalau nilai runding kami berhenti di rentang 5 persen hingga 7 persen,” ungkapnya.

Baca juga
Bisa Jadi Ladang Korupsi, Buruh Tolak BLT Minyak Goreng Jokowi

Sesuai UU 9/1998 tentang Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, kata Iqbal, aksi mogok nasional (Monas) serentak, berlangsung mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WIB. Para buruh akan meninggalkan kegiatan produksi dan berkumpul di kawasan pabrik. “Sebagian berkumpul untuk unjuk rasa ke kantor wali kota, kabupaten atau prmpov. Lanjut ke DPRD,” ungkapnya.

Sebelum aksi ‘Monas’ serentak, kata Said, puluhan ribu buruh se-Indonesia akan menggelar unjuk rasa di daerahnya masing-masing. “Sebelum mogok nasional, pada 28 hingga 30 November, puluhan ribu buruh akan unjuk rasa di tiga titik. “Kami akan demo Istana Presiden, DPR dan Kemenaker. kalau tuntutan kami tidak digubris, maka kami lanjut ke yang tadi. Mogok nasional, setop produksi dua juta buruh,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar