Urusan Penindakan, KPK Dapat Rapor Merah

Urusan Penindakan, KPK Dapat Rapor Merah - inilah.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat rapor merah terkait dengan kinerja penindakan kasus korupsi sepanjang semester I 202
Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat rapor merah terkait dengan kinerja
penindakan kasus korupsi sepanjang semester I 2021.

Laporan
Indonesia Corruption Watch (ICW), KPK hanya mampu merealisasikan 22
persen dari total target penindakan kasus korupsi sepanjang semester
2021. Jadi, dalam sebulan KPK hanya mengerjakan 3 kasus.
Padahal KPK ditarget mengusut hingga 60 kasus dalam satu semester.”Itu
membawa KPK masuk dalam penilaian D atau kategori buruk” kata Peneliti
ICW Lalola Ester dalam konferensi pers daring, Minggu (12/9/2021).
Sementara
itu, terkait dengan kualitas penanganan kasus, Lalola menjabarkan,
kasus yang ditangani KPK berasal dari OTT, pengembangan kasus, dan
penyidikan baru.”Dari
OTT hanya ada satu, pengembangan kasus ada tiga kasus, dan kasus baru
yang disidik pada tahun 2021 hanya sembilan kasus,” kata Lalola.
ICW
menyebut kinerja penindakan korupsi di KPK cukup terdampak lantaran
adanya pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). “Penonaktifan
75 pegawai KPK cukup berdampak, dari 13 kasus lima diantaranya
ditangani oleh penyidik yang diberhentikan secara paksa, tentunya ini
sangat berdampak terhadap kinerja penindakan,” kata Lalola.
ICW
juga menyebut terjadi degradasi integritas di tubuh lembaga antirasuah.
Hal ini tergambar dengan ditetapkannya salah satu penyidik KPK,
Stepanus Robin Pattuju sebagai tersangka suap penanganan perkara di
Tanjungbalai.
Baca juga  Puan Bisa Melenggang Sebagai Capres Tanpa Dukungan Partai Lain

Tinggalkan Komentar