Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Ustadz Adi Hidayat, Menyemai Dakwah Mencerahkan di Jagat Virtual

Rabu, 30 Nov 2022 - 16:14 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Ustadz Adi Hidayat Dakwah (Foto: Quantumakhyar)
Ustaz Adi Hidayat (Foto: Quantumakhyar)

Ustadz Adi Hidayat merupakan sosok yang alim, muda, energik, berjiwa sosial, dan humoris. Kehadirannya saat ini seakan menjawab dahaga umat Islam akan lahirnya tokoh Islam dari kalangan pemuda Indonesia. Memperhatikan sosok Ustadz Adi Hidayat, menjadi seperti melihat semangat dakwah Islam yang begitu cerah.Semangat tersebut tentu bukanlah sekadar semangat melainkan semangat yang ditopang oleh pengetahuan Ustadz Adi Hidayat yang begitu mendalam dan menguasai detail-detail hukum Islam, sebagaimana termaktub dalam Alqur’an dan hadits. Inilah kemudian yang menjadikan Ustadz Adi Hidayat sebagai sosok pemuda muslim yang berhasil memperlihatkan semangat dakwah Islam dengan latar belakang tradisi keilmuan yang kuat dan mendalam.

Innama al-mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihu baina akhawaikum wa at-taqullaha la’allakum turhamuun.” (sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat). UAH mengucapkan firman Allah Swt dari surah Al Hujurat ayat 10 ini dengan suara tegas. Dia berdiri sembari menunjuk tulisan Arab di papan tulis. Dandanannya santai: celana bahan hitam, kemeja motif batik lengan panjang, dan songkok recca. Jenggot tipis menutupi dagu.

Sepertinya sudah menjadi ketentuan Allah Swt bahwa ketika semangat dakwah oleh sebagian kalangan kerap ditampilkan dengan cara-cara yang “panas” dan penuh kontroversi, maka akan selalu ada tokoh lain yang menyuarakan Islam dengan cara yang ramah, lembut, mendalam, dan sekaligus menyenangkan. Ustadz Adi Hidayat barangkali dapat dikategorikan sebagai pendakwah yang disebutkan belakangan ini.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan UAH, begitu ia akrab dipanggil, menjadi sosok dai yang banyak diidolakan generasi milenial, khususnya di wilayah perkotaan dan harus menjadi teladan bagi anak muda.

“Beliau (UAH) berdakwah di segala bidang media, di samping di majelis taklim, sekolah, perguruan tinggi, berdakwah di media sosial. Saya melihat viewer-nya di atas dua juta orang. Ini perlu patut kita contoh,” kata Dadang yang juga menjabat Sekretaris Dewan Perimbangan MUI itu, mengutip laman resmi Muhammadiyah.

Tak heran melihat UAH mampu menyampaikan dakwahnya dengan bahasa yang mudah dipahami dan meyakinkan karena tidak didasarkan pada asumsi pribadinya, melainkan merujuk kepada sumber utama Islam, yaitu Alquran dan juga hadits. Aspek-aspek humor yang cerdas dan berkelas juga kerap ditampilkan oleh UAH, sehingga paduan antara ketiga faktor tersebut menjadikan semangat dakwahnya begitu mudah diterima masyarakat, menenangkan, sekaligus memperjelas berbagai kesulitan mereka dalam memahami Islam.

Keluarga

UAH lahir di Pandeglang, Banten, pada tanggal 11 September 1984. Ayahnya bernama Warso Supena, dan ibunya bernama Hj. Rafiah Akhyar. Ia memiliki beberapa orang saudara yang antara lain Ade Rahmat, Neng Inayatin Ima Rakhmawati, dan Ita Haryati. Ayahnya merupakan seorang pedagang sekaligus seorang pengajar.

Baca juga
IDC: Indonesia Jadi Rajanya Dompet Digital di ASEAN pada 2025
Ustaz Adi Hidayat (UAH) bersama Ibunda Rafia Akhyar saat peresmian pembangunan Pondok Pesantren Mira Institute di Serang, Banten, Minggu (11/9/2022). (Foto: Inilah.com/ Didik S)
Ustadz Adi Hidayat (UAH) bersama Ibunda Rafia Akhyar saat peresmian pembangunan Pondok Pesantren Mira Institute di Serang, Banten, Minggu (11/9/2022). (Foto: Inilah.com/ Didik S)

Saat ini, Ustadz Adi Hidayat sudah menikah dan dikaruniai lima orang anak, Muhammad Hamilil Qurani, Amelia Habibatul Mustofa, Muhammad Abdullah Amali, Rabi’ati Khairatun Hisan dan Amira Rafi’ati Muslimah. istri dari Ustadz Adi Hidayat adalah Shufairok atau dikenal dengan panggilan Mbak Iir yang berasal dari keluarga kiai pesantren di Pati, Jawa Tengah.

Sanad keilmuan

UAH bisa dibilang diberikan karomah yang luar biasa dibanding teman- temannya yang lain sejak kecil. Sehingga, ia pun kerap ditunjuk untuk tampil sebagai penceramah dalam acara-acara tertentu. Tahun 1997, Ustadz Adi Hidayat lulus dari sekolah dasar.

Kemudian, ia pun melanjutkan jenjang pendidikannya di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jawa Barat. Di pesantren tersebutlah ia menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Selama menjalani masa-masa pendidikannya di pesantren, Ustadz Adi Hidayat mulai serius dan tekun mendalami ilmu agama Islam.

Salah satu gurunya yang berpengaruh adalah Buya KH. Miskun As-Syatibi. Melalui KH Miskun tersebutlah Ustadz Adi Hidayat mulai mempelajari Islam secara utuh, hingga kemudian muncul semangat dan kecintaan untuk mendalami Alqur’an dan hadits.

Kecerdasan Ustadz Adi Hidayat selama menjalani pendidikannya di pesantren mengantarkannya memperoleh banyak prestasi, baik di lingkungan pesantren maupun di lingkungan pemerintahan tingkat kabupaten, bahkan sampai ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ustadz Adi Hidayat juga pernah mendapatkan undangan untuk studi di Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Namun, masa studinya tidak diselesaikan karena pada tahun 2005 ia mendapatkan undangan khusus untuk melanjutkan studinya di Kuliyya Dakwah Islamiyah Libya.

Ustadz Adi Hidayat, saat menerima 40 Syaikh Al-Azhar.
Ustadz Adi Hidayat, saat menerima 40 Syaikh Al-Azhar, Selasa (8/2/22).

Di lembaga pendidikannya yang baru inilah, Ustadz Adi Hidayat semakin intensif dalam mempelajari keilmuan Islam. Ia banyak mempelajari ilmu Alqur’an, hadits, fiqh, ushul fiqh, tarikh (sejarah), lughah, dan lainnya. Bahkan, karena kecintaannya kepada Alquran, ia pun mengambil jurusan lughah arabiyyah wa adabuha, yang memang fokus mempelajari seluk-beluk bahasa Arab dan aturan-aturan di dalamnya secara terperinci.

Dalam mempelajari ilmu Alquran, UAH berguru kepada beberapa orang syekh yang antara lain adalah Syekh Muhammad al-Aalim al-Dokali. Beliau adalah salah satu Qari Alquran terbesar dan paling terkenal di Libya.

Dalam ilmu fiqh, Ustadz Adi Hidayat belajar kepada Syekh Wahbah Zuhaili. Ia merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah, dan tercatat sebagai anggota Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika, dan Sudan. Syekh Wahbah Zuhaili juga merupakan seorang cerdik-cendikiawan.

Baca juga
Anies dan Riza Shalat Ghaib untuk Eril, Ungkap Duka Mendalam

Guru Pemengaruh Bangsa

Dengan dalamnya ilmu agama UAH menjadikannya banyak dijadikan sosok guru bagi para tokoh penting di negara ini. Contoh Menteri Perdagangan saat ini Zulkifli hasan mengatakan UAH merupakan seorang guru baginya.

Zulhas sapaanya mengaku selalu menonton channel youtube UAH dua hingga tiga kali yang menyiarkan ceramah ustad Adi Hidayat. Bahkan, lanjutnya, ceramah ustadz Adi Hidayat yang menyampaikan materi penting dicatat oleh Zulhas.

“Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA ini, saya belum pernah belajar langsung, tapi beliau adalah guru saya,” kata Zulhas.

"<yoastmark
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Ustaz Adi Hidayat saat meresmikan SD Akhyar International Islamic School di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jabar, Kamis (1/9/2022 (Foto: inilah.com)

Selain itu UAH juga diketahui menjadi guru spiritual bagi keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kang Emil sangat sering berhubungan dengan UAH dalam menjalin antara umaro dan ulama.

“Jabar juara lahir batin yaitu tidak hanya membangun urusan dunia, tapi urusan akhirat kita siapkan lebih lancar diperkuat dengan pertemuan (UAH),” ujar kang Emil.

UAH juga dikenal sebagai guru para selebritis Tanah Air karena sering mengisi Kajian Musawarah yang banyak diikuti artis seperti Teuku Wisnu, Arie Untung, dan Dimas Seto. Isi ceramahnya pun beragam seperti tentang shalat, rezeki, iman, kitab, tafsir Alquran dan hadis, serta sejarah Islam.

Jiwa Sosial

Melalui Operasional Quantum Akhyar Institute yang didirikannya UAH juga aktif untuk terus berbagi. Misi utama UAH ialah menghubungkan orang-orang berhati baik yang mempunyai niat mulia dalam mengupayakan kebaikan.

Terutamanya untuk saling berbagi dengan sesama melalui bantuan kemanusiaan dan penggalangan urun dana. Namun bahkan niatan mulia sekalipun tidak kebal dari kendala. Meski banyak beberapa tantangan yang harus ia taklukkan dalam melakukan.

Ustadz Adi Hidayat akhir November ini juga langsung merespons gempa bumi Cianjur dengan menyalurkan tenda berukuran besar sebanyak 50 buah ke lokasi bencana yang paling terdampak di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tak hanya itu, UAH pun menyalurkan berbagai keperluan lain macam logistik untuk kebutuhan para pengungsi.

 Ustadz Adi Hidayat langsung menyalurkan tenda berukuran besar sebanyak 50 buah ke lokasi bencana di Cugenang, Kabupaten Cianjur. (Foto: QAI)
Ustadz Adi Hidayat langsung menyalurkan tenda berukuran besar sebanyak 50 buah ke lokasi bencana di Cugenang, Kabupaten Cianjur. (Foto: QAI)

Lain lagi yang paling banyak menjadi perhatian adalah yang terjadi pada tahun 2021 lalu. UAH melalui Ma’had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA) sub dari Quantum Akhyar membantu bangsa Palestina. Dalam waktu enam hari, MIRA dapat menghimpun Rp30 miliar donasi dari rakyat Indonesia untuk Palestina.

Dari segi pendidikan, UAH juga menawarkan beasiswa seperti baru ini yang ia tawarkan kepada 30 mahasiswa Muhammadiyah yang ingin belajar di Universitas di Libya secara gratis hingga menjadi doktor. Tawaran beasiswa yang UAH berikan merupakan sebuah upaya mencetak ulama untuk mengisi majelis-majelis di Muhammadiyah, seperti Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Baca juga
Game Google Doodle Bertemakan Hari Valentine, Bisa Dimainkan Gratis

“Kita ingin punya ulama yang kompeten, paham nilai keislaman sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujar UAH.

Sebelum memberi ceramah, UAH juga memberi sumbangan sebesar Rp100 juta dalam acara penggalangan dana LazisMu PP Muhammadiyah untuk program dakwah pedalaman.

UAH juga memberikan hadiah umrah kepada Wildan Zulfikar, anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Klaten yang bertugas sebagai pembaca kalam Ilahi dalam Tabligh Akbar ini. Sebanyak sembilan anggota Kokam lainnya juga memperoleh hadiah yang sama.

Tak cuma berhenti di situ UAH juga kerap membagikan hadiah umroh kepada olahragawan berprestasi mulai dari atlet lari Lalu Muhammad Zohri dan atlet Taekwondo, Defia Rosmaniar yang bahkan bonus umroh untuk keluarga juga diberikan langsung oleh UAH yang disampaikannya langsung dari Mekkah bertepatan dengan beliau menunaikan ibadah Haji.

“Saya berterima kasih pada UAH. Saya senang sekali mendapat hadiah umrah ini. Sangat luar biasa menurut saya,” kata Zohri pada waktu itu.

Humoris dan mimbar digital

Salah satu gaya ceramah UAH yang menjadikannya mudah diterima di tengah masyarakat adalah kemampuannya berhumor. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan berhumor merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh setiap penceramah.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat sebagai pendengar tidak merasa jenuh, dan bisa tetap mengikuti setiap kajian yang disampaikan oleh si penceramah secara baik.

(Foto Tangkapan Layar Adi Hidayat Official)
(Foto Tangkapan Layar Adi Hidayat Official)

Selain itu popularitas Ustadz Adi Hidayat juga banyak dipengaruhi oleh media dakwah yang ia gunakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini media dakwah bukan hanya di atas panggung, melainkan juga melalui media sosial, baik berupa facebook, twitter, instagram, maupun YouTube.

Berbagai pengajian Ustadz Adi Hidayat banyak beredar di laman YouTube, sehingga dapat pengguna akses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat.

Adi Hidayat Official yang menjadi sarana dakwah Ustadz Adi Hidayat merupakan media yang paling banyak merekam kegiatan dakwahnya.

Sehingga, tidak mengherankan apabila dalam waktu yang relatif singkat, kiprah Ustadz Adi Hidayat dalam menjalankan misi dakwahnya dapat menjadi perhatian oleh lapisan masyarakat dari mana saja.

Tinggalkan Komentar