Ustaz Adi Hidayat: UAH Super Series Jembatan untuk Juara Olimpiade

Ustaz Adi Hidayat: UAH Super Series Jembatan untuk Juara Olimpiade - inilah.com
Ustaz Adi Hidayat (Inilah.com/Didik Setiawan)

Inisiator turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021, Ustaz Adi Hidayat, mengatakan bahwa turnamen yang diselenggarakan kali ini sebagai bentuk perwujudan dari persatuan para atlet khususnya cabang olahraga (cabor) Tenis Meja di Indonesia.

Sebab saat ini, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) sebagai induk cabor tenis meja sedang mengalam dualisme kepemimpinan yang mengakibatkan cabor ini tidak bisa mengikuti even nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita berharap dengan kehadiran bersama ini seluruh yang terkait dengan cabang olahraga Tenis meja bisa semakin kuat tersinergikan dan membawa kebanggaan bagi Indonesia,” kata Ustaz Adi Hidayat, atau yang akrab disapa UAH, saat pembukaan turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021, di Bandung, Jumat (22/10/2021).

Baca juga  9 Kapal Cepat Disiapkan untuk Penonton WSBK Mandalika

Dia mengatakan, dalam acara turnamen Tenis Meja UAH Super Series 2021 ini seluruh perwakilan dan stakeholder dari cabor Tenis Meja hadir. Sehingga ini membuktikan banyak pihak yang ingin melihat cabor ini tetap terus berprestasi dan bisa membanggakan nama Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), NOC (National Olympic Committee), PTMSI, terima kasih yang hari ini kita berkumpul bersama, ini adalah satu perwujudan dari lambang persatuan bagi tenis meja karena hari ini stakeholder-nya semua datang untuk mewakili,” kata UAH.

Pernyataan UAH ini mengundang reaksi harapan bagi seluruh pihak khususnya atlet yang saat ini bertanding. Namun, pendakwah kelahiran Pandeglang 37 tahun lalu itu meminta semua perwakitan seperti Kemenpora, NOC dan PTMSI bisa menindaklanjutinya dengan mencari jalan untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan saat ini.

Baca juga  Pemerintah Perlu Tegas Bereskan Nasib Tenis Meja Nasional

UAH juga menilai para atlet yang ikut turnamen Tenis Meja Super Series UAH 2021 adalah atlet-atlet pilihan yang sudah melalui seleksi ketat. Sehingga diharapkan bisa melahirkan bakat-bakat yang bisa dibina kembali berkompetisi di even internasional.

“Tidak cukup dengan amin, kita nanti akan follow up sehingga dengan itu atlet-atlet kita ini akan jadi yang terbaik dan Inshaallah akan kita kirim pesan kepadanya. Target kita bukan UAH Series, tapi ini adalah jembatan kecil untuk menemukan juara olimpiade yang datang dari Indonesia untuk Tenis Meja,” katanya,

Sebelumnya diketahui, cabor Tenis Meja memang tidak diikutsertakan dalam PON XX di Papua yang baru saja usai. Belum diketahui apa alasan absennya cabor Tenis Meja itu. Namun kuat dugaan absennya cabor Tenis Meja ini disebabkan karena adanya dualisme kepemimpinan yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Baca juga  Minta Perlindungan Nasib, Serikat Pekerja Surati Presiden Jokowi

Tinggalkan Komentar