Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Usung Anies Baswedan Sebagai Capres, NasDem Kini Dilema

Selasa, 24 Jan 2023 - 23:17 WIB
1668157276100 - inilah.com
Bacapres Partai NasDem Anies Baswedan (kanan) bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (11/11/2022). (Foto: Inilah.com/ Safarian Shah)

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyatakan para partai politik yang berkoalisi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) Koalisi Perubahan di Pemilu 2024, kini tengah dilema. Bukan saja seputar masalah sosok calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampingi Anies, namun juga terjadi kebimbangan di dalam internal Partai NasDem, selaku partai politik pertama yang mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Kita melihat ada dilema dari partai-partai politik pengusung, ya kita tahu Anies dicapreskan oleh Nasdem sebagai calon presiden. Namun demikian, NasDem itu masih menjadi bagian dari koalisi kabinet saat ini,” kata Adjie, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Baca juga
Rumah di Bawah Rp2 Miliar Bebas PBB, Kado Manis HUT RI Ke-77 dari Gubernur Anies

Kontrak politik NasDem yang berada di dalam barisan Kabinet Indonesia Maju dinilai Adjie sebagai salah satu penghambat. Menurutnya komitmen tersebut, membatasi pergerakan partai besutan Surya Paloh. Sehingga tidak bisa luwes dalam membawa isu perubahan.

“Ini sebetulnya menjadi dilema bagi NasDem, disatu sisi mereka ingin mengoptimalkan kontribusi Anies terhadap suara partai karena mereka berharap ada kekuatan dari pencalonan Anies terhadap partai, ada kenaikan suara,” lanjut Adjie.

Akan tetapi di sisi lain, popularitas Anies kian moncer. Sosok mantan Menteri Pendidikan yang dikenal sebagai simbol antitesa Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi keuntungan tersendiri bagi kenaikan elektabilitasnya. Sebab, kalangan yang tidak puas atas kinerja Jokowi, ramai-ramai memberikan pilihan dan dukungan kepada Anies.

Baca juga
Demokrat Galang Kekuatan Perempuan Hadapi Pemilu 2024

Data yang berhasil dihimpun oleh LSI Denny JA pada periode Juni 2022 mencatat Anies mampu menyerap dukungan dari kalangan yang tidak puas dengan kinerja Jokowi sebanyak 29,7 persen.

Kemudian pada periode September 2022 dukungan berubah menjadi 35,6 persen, terjadi ada kenaikan signifikan sebesar 19,87 persen dari bulan Juni 2022. “Sosok Anies Baswedan itu menjadi simbol oposisi yang tidak puas dengan kinerja pemerintah,” kata Adjie Alfaraby Peneliti LSI Denny JA diJakarta, Selasa (24/1/2023).

Jika dibandingakan dengan dua kandidat calon presiden (capres) lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, elektabilitas Anies masih jauh unggul, dengan raihan dukungan sebesar 40,1 persen. Sementara, Prabowo sebesar 21 persen dan Ganjar hanya 7,4 persen.

Tinggalkan Komentar