Utang Menggunung Nyaris Rp6.000 Triliun, CORE Indonesia: Jangan Terlalu Apriori

Utang Menggunung Nyaris Rp6.000 Triliun, CORE Indonesia: Jangan Terlalu Apriori - inilah.com
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah (ist)

Terkait membubungnya utang luar negeri hingga di atas Rp5.971 triliun per Agustus 2021, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah berharap masyarakat tidak terlalu apriori.

Karena dana utangan tersebut disalurkan ke masyarakat untuk penangangan pandemi COVID-19. 

“Jangan terlalu apriori dengan program pemerintah dan utang. Perekonomian memerlukan stimulus dari pemerintah. Dan, itu memerlukan pendanaan yang sebagian berasal dari utang,” ungkap Piter kepada Inilah.com, Rabu (20/10/2021)

Kata dia, pemerintah menggelar sejumlah program stimulus untuk mendorong pergerakan ekonomi sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Kalau kita tidak mau ada tambahan utang. Kita jangan minta pemerintah memberikan berbagai bantuan selama pandemi. Tidak perlu ada program vaksinasi gratis. Karena semuanya itu kita biayai dengan utang pemerintah,” paparnya.

Baca juga  Utang Era Jokowi Menggunung Rp6.625,43 Triliun, Makin Lama Makin Mencekik Leher

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) nerilis posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sampai dengan akhir Agustus 2021 sebesar US$423,5 miliar, atau setara Rp 5.971,3 triliun (asumsi kurs Rp14.100 per US$). Naik 2,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

“(Pertumbuhan ULN) lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen yoy,” ujar Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur.

Nur merinci, posisi ULN pemerintah sampai dengan Agustus 2021 sebesar US$207,5 miliar atau setara Rp2.925,75 triliun. Posisi itu tumbuh 3,7 persen secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen yoy.

Baca juga  Kapan Proyek Kereta Cepat Balik Modal? Pakar Transportasi: Mustahil

Tinggalkan Komentar