Utangnya Tembus Rp100 Triliun, Garuda Warisan Soekarno, Jokowi Pasti Pertahankan

Utangnya Tembus Rp100 Triliun, Garuda Warisan Soekarno, Jokowi Pasti Pertahankan - inilah.com
Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng meyakini, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bakal menyelamatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, meski utangnya sudah membubung Rp100,6 triliun.

Kepada Inilah.com, Jumat (5/11/2021), Salamuddin tidak yakin, Garuda yang didirikan Bung Karno harus bubar di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi Jokowi adalah pengagum Bung Karno dengan konsep Nawa Cita-nya. “Bagaimana pun Garuda adalah perusahaan negara. Selama ini sebagai perusahaan paling terpercaya dalam penerbangan di Indonesia,” paparnya.

Terpuruknya Garuda, menurut Salamuddin, tak bisa lepas dari tanggung jawab pemerintah. Ada ambisi besar dari pihak-pihak tertentu terkait dengan IPO Garuda, utang komersial yang serampangan, sewa dan beli pesawat yang tidak wajar. “Ini adalah pengalaman buruk dalam privatisasi BUMN. Sebetulnya masalahnya tampak jelas,” tuturnya.

Baca juga  PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI, MASYARAKAT SUDAH MULAI SADAR UNTUK VAKSINASI

Selanjutnya, Salamuddin menyampaikan sejumlah hal yang bisa dijadikan opsi untuk menyelamatkan Garuda. Utang super jumbo yang disangga Garuda, bisa saja dinegosiasi ulang atau ditalangi (bailout) pemerintah. “Selain itu, kontrak penyewaan pesawat, bisa dinegosiasikan kembali,” kata dia.

Sedangkan penurunan cash flow Garuda, lanjutnya, bisa diatasi dengan meningkatkan kegiatan pemerintah dan BUMN. Pemegang saham swasta. akan segera pergi karena kerugian berkepanjangan. Dan, piutang Garuda harus segera ditagih. Laporan keuangan dirapikan kembali.

“Itu kalau pemerintah mau selamatkan Garuda. Kalau enggak mau, maka bisnis airlines di Indonesia bakal dikuasai maskapai asing. Jadi, semuanya sangat bergantung kepada apa maunya pemerintah,” pungkasnya.

Baca juga  Dorong Pemulihan Ekonomi, Menteri Sandiaga Sambangi Pelaku UMKM di Ambon City Center

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, utang Garuda menembus US$7 miliar, atau setara dengan Rp100,6 triliun. Utang tersebut terdiri atas beban pembayaran sewa pesawat terhadap  lessor.

Menteri Erick mengatakan, perseroan kini sedang berupaya melakukan negosiasi dengan para lessornya untuk menekan utang. Restrukturisasi terhadap 31 lessor masih terus berjalan.

‚ÄúNegosiasi utang-utang Garuda yang mencapai US$ 7 miliar karena leasing cost termahal yang mencapai 26 persen dan juga korupsi lagi dinegosiasikan dengan para lessor. Meski demikian, kita tetap berusaha membuka opsi-opsi lain, paling tidak, agar bisa membantu pemulihan Garuda,” ujar Menteri Erick.  

Jumlah utang Garuda Indonesia lebih besar daripada angka sebelumnya. Pada Mei 2021, utang jatuh tempo Garuda sebesar Rp70 triliun atau US$ 4,9 miliar dari total keseluruhan utangnya yang sebesar Rp140 triliun.

Baca juga  Mantap Pak Erick, LHKPN Kementerian BUMN Capai 100 Persen!

Tinggalkan Komentar