Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Vaksin COVID-19 Genjot Pendapatan Holding BUMN Farmasi 2021 Sebesar Rp43,4 Triliun

Senin, 23 Mei 2022 - 13:39 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Vaksin COVID-19 Genjot Pendapatan BUMN Farmasi 2021 Rp43,4 Triliun - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Terdorong oleh pengadaan vaksin COVID-19, Holding BUMN Farmasi yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma dan Indofarma berhasil membukukan pendapatan konsolidasi tahun 2021 sebesar Rp43,4 triliun. Angka ini naik 253,7 persen.

“Pencapaian pendapatan kami pada tahun 2021 sebesar Rp43,4 triliun atau 253,7 persen dari Rencana Kinerja Anggaran Perusahaan atau RKAP Tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) sebagai induk Holding BUMN Farmasi Honesti Basyir dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta,  Senin (23/5/2022).

Honesti juga menambahkan,  jika pendapatan itu dibandingkan dengan tahun 2020, maka pendapatan pada 2021 tersebut tumbuh sebesar 20,23 persen.

Baca juga
Bio Farma Sedang Uji Klinis Vaksin BUMN untuk Anak-anak dan Booster

“Kenaikan ini terutama karena kontribusi dari pengadaan vaksin COVID-19 untuk pemerintah sebesar Rp26,81 triliun. Di samping itu, kami juga mendapatkan kenaikan pendapatan dari bagaimana kita bersinergi dengan semua anak usaha mulai dari alat kesehatan sampai dengan obat-obatan penanganan COVID-19, dan tentunya vaksin COVID-19 itu sendiri. Jika dibandingkan dengan RKAP tahun 2021 maka terdapat kenaikan yang cukup signifikan realisasinya,” katanya.

Dari postur EBITDA, Holding BUMN Farmasi juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 yang mana EBITDA Holding Farmasi tumbuh sebesar 206,3 persen. EBITDA Holding Farmasi tahun 2021 tercatat sebesar Rp4,02 triliun.

Baca juga
Vaksin Pfizer Disebut Efektif untuk Anak di Bawah 12 Tahun

“Kemudian juga untuk postur laba rugi tahun 2021, kami secara konsolidasi mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,93 triliun atau mencapai 186,9 persen terhadap RKAP 2021,” kata Dirut Bio Farma tersebut.

Jika dibandingkan dengan tahun 2020, maka laba bersih konsolidasi Holding BUMN Farmasi tahun 2021 tumbuh 567,8 persen.

Kenaikan laba bersih ini juga tentunya akibat dampak dari proses penanganan pandemi COVID-19 baik yang sifatnya penugasan maupun yang langsung dilakukan di sektor reguler.

Tinggalkan Komentar