Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Vaksin Dosis Tiga Sinovac Hasilkan Antibodi Tanpa Gangguan Reaksi

Senin, 17 Jan 2022 - 11:16 WIB
Vaksin Dosis Tiga - inilah.com
istimewa

Vaksin dosis tiga menjadi salah satu senjata untuk meningkatkan imunitas tubuh. Dalam hal ini, dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin CoronaVac dari SINOVAC Biotech Ltd. (NASDAQ: SVA) atau Sinovac dikatakan mampu meningkatkan titer antibodi seseorang tanpa menimbulkan efek yang merugikan.

Peneliti di National Institute of Health Research and Development (NIHRD), Indonesia, Ririn Ramadhany mengatakan, dalam studi itu, para peneliti melibatkan para partisipan yang belum terkena COVID-19.

Mereka mengambil sampel dua kali yakni sebelum para peserta studi mendapatkan booster dan satu bulan setelah mereka mendapatkan dosis ketiga.

Peneliti lalu membandingan tingkat antibodi peserta dan menemukan peningkatan titer antibodi hingga 7,8 kali pada booster homolog dengan Sinovac.

Hasil studi memperlihatkan, tidak ada ada perbedaan signifikan untuk interval kurang dari 6 bulan atau lebih dari 6 bulan antara suntikan kedua dan ketiga.

Baca juga
Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Begitu juga titer antibodi berdasarkan kelompok usia, walaupun pada populasi usia lansia atau lebih dari 60 tahun hasilnya rata-rata lebih rendah daripada kelompok usia lain.

“Beberapa bulan setelah vaksin kedua mereka masih memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2. Interval dosis kedua dan ketiga berkisar antar 1,5-9,5 bulan. Median antibodi sebelum booster sekitar 400,” tutur Ririn temu media virtual Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries, ditulis di Jakarta, Senin, (17/01/2022).

Dari sisi reaksi usai penyuntikan, Ririn mengatakan para peserta tidak melaporkan efek yang merugikan. Umumnya mereka merasakan rasa nyeri di daerah bekas penyuntikan.

Sementara itu, terkait interval pemberian dosis ketiga sejak pemberian dosis kedua, peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) Raph Hamers mengungkapkan, ada perbedaan antara respon imun antara interval yang lebih lama dan lebih cepat.

Baca juga
Vaksin Booster Kedua Dimulai, Efektifkah?

Hal ini berdasarkan hasil uji coba booster fase kedua yang pihak Sinovac lalukan di Tiongkok yang membandingkan peningkatan pada 2 atau 8 bulan setelah dosis kedua.

Hasil uji memperlihatkan, interval 8 bulan memberikan respon imun yang lebih kuat ketimbang interval 2 bulan. Jadi, secara umum booster diyakini paling efektif dengan interval yang lebih lama.

Indonesia mulai beri vaksin dosis tiga untuk masyarakat

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengimbau masyarakat untuk dapat terus berpartisipasi menyukseskan program vaksinasi lanjutan atau vaccine booster COVID-19 dengan segera menerima suntikan setelah mengetahui dirinya terdaftar di PeduliLindungi. Pada aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa melihat apakah sudah miliki tiket atau belum? Jika suda, masyarakat boleh segera vaksin booster COVID-19.

Baca juga
Vaksin Booster Sebagai Syarat Perjalanan Diberlakukan Usai Idul Adha

Program pemberian vaksin dosis tiga COVID-19 mulai secara nasional pada Rabu (12/01/2022). Harapannya, dengan adanya vaksin dosis tiga dapat menjaga masyarakat dari varian SARS-CoV-2 yang bermutasi dan merebak yaitu Omicron.

“Segera laksanakan vaksinasi booster bagi yang sudah mendapatkan kesempatan,” kata Johnny G. Plate dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (15/01/2022).

Tinggalkan Komentar