Vaksin Pfizer Disebut Efektif untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Vaksin Pfizer Disebut Efektif untuk Anak di Bawah 12 Tahun - inilah.com
(The New York Times)

Regulator kesehatan AS menyatakan vaksin COVID-19 Pfizer tampak sangat efektif dalam mencegah infeksi simtomatik pada anak-anak sekolah dasar dan tak menyebabkan masalah keamanan yang tidak terduga.

Mengutip ABC News, para ilmuwan di Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menemukan bahwa vaksin itu bermanfaat untuk mencegah rawat inap dan kematian akibat COVID-19 lebih besar daripada potensi efek samping serius pada anak-anak.

Apabila FDA sudah mengizinkan suntikan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) akan membuat rekomendasi vaksinasi pada anak-anak agar mereka bisa divaksin pada awal November.

Suntikan vaksin Pfizer sebelumnya direkomendasikan mereka yang berusia 12 tahun atau lebih, tetapi dokter anak dan banyak orang tua dengan cemas menunggu perlindungan bagi anak-anak yang lebih kecil untuk membendung infeksi dari varian delta ekstra menular dan membantu anak-anak tetap bersekolah.

Baca juga  Perasaan Jerinx Setelah Mundur dari Polemik Covid-19

Tinjauan FDA menegaskan studi Pfizer yang menunjukkan suntikan dua dosis hampir 91 persen efektif mencegah infeksi simtomatik pada anak kecil.

Para peneliti menghitung angka tersebut berdasarkan 16 kasus COVID-19 pada anak-anak. Mereka tidak ada penyakit parah yang dilaporkan di antara anak-anak. Bahkan, anak-anak yang divaksinasi memiliki gejala yang jauh lebih ringan daripada rekan-rekan mereka yang tidak divaksinasi.

Sebagian besar data penelitian dikumpulkan di AS selama Agustus hingga September, ketika varian Delta telah menjadi varian COVID-19 yang dominan di kawasan itu.

Sebuah tinjauan juga memperlihatkan tidak ada efek samping baru atau tak terduga, selain sakit lengan, demam atau pegal-pegal.

Baca juga  Pasien Sembuh Covid-19 Capai 3.798.099 Orang

Namun, ilmuwan FDA mencatat bahwa studi ini tidak cukup besar untuk mendeteksi efek samping yang sangat langka, termasuk miokarditis atau sejenis peradangan jantung yang kadang-kadang terjadi setelah dosis kedua.

FDA menggunakan pemodelan statistik untuk mencoba memprediksi angka rawat inap dan kematian akibat COVID-19 yang akan dicegah vaksin versus jumlah potensi efek samping jantung.

Dalam empat skenario pandemi, vaksin diketahui mencegah lebih banyak rawat inap daripada yang diharapkan dari efek samping pada jantung.

Secara keseluruhan, regulator menyimpulkan manfaat perlindungan vaksin jelas akan lebih besar daripada risikonya.

Tinggalkan Komentar