Minggu, 07 Agustus 2022
09 Muharram 1444

Vaksin Sputnik V Lebih Tangguh Lawan Omicron daripada Pfizer dan Moderna

Minggu, 19 Des 2021 - 17:54 WIB
Sputnik V inilah.com
(foto: BusinessToday)

Hasil studi yang dilakukan oleh Gamaleya Center bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) menyebut bahwa vaksin Sputnik V lebih tangguh dalam aktivitas menetralkan virus COVID-19 varian Omicron dibandingkan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Hasil penelitian itu menunjukkan Sputnik V hanya berkurang tiga hingga tujuh kali dalam aktivitas menetralkan virus Omicron dibandingkan dengan Pfizer-BioNTech, yang berkurang 41 kali, dan Moderna 49-84 kali.

“Sejauh ini, Sputnik V menunjukkan hasil terbaik dalam menetralisasi virus Omicron jika dibandingkan dengan vaksin lain,” kata Presiden Direktur RDIF Kirill Dmitriev dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual dari Rusia, baru-baru ini.

Baca juga
Menilik Vaksin Johnson & Johnson yang Baru Tiba di Indonesia

Penelitian tersebut menggunakan serum dengan periode lebih dari enam bulan setelah vaksinasi sebagai indikator perlindungan Sputnik V yang lebih lama dibandingkan dengan periode vaksin lain yang lebih singkat, yakni Pfizer-BioNTech 12-27 hari dan Moderna 28 hari.

Vaksin ini memunculkan respons sel T yang kuat dan tahan lama, dan karena 80 persen epitop dalam lonjakan protein tidak terpengaruh oleh mutasi pada varian Omicron.

Karena itu, Sputnik V diperkirakan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit parah yang disebabkan varian baru itu.

Kekebalan sel T yang tahan lama dari vaksin buatan Rusia ini berkontribusi pada kemanjuran 80 persen terhadap Delta pada bulan ke-6 hingga ke-8 dibandingkan dengan efikasi vaksin mRNA tertentu, yang kurang dari 29 persen yang setelah enam bulan.

Baca juga
Wagub Riza: DKI Jakarta Jadi Prioritas Vaksinasi Booster

Penelitian Swedia di jurnal The Lancet menunjukkan bahwa efikasi vaksin Pfizer dalam melawan varian Delta menurun 47 persen setelah empat bulan, 29 persen setelah enam bulan, dan 23 persen setelah tujuh bulan.

Sementara itu, penelitian baru-baru ini di AS terhadap penduduk kelompok usia 65 tahun juga menunjukkan penurunan dalam efektivitas vaksin mRNA dalam melawan varian Delta setelah bulan ke-4 dan kembali menurun 20 persen setelah bulan ke-5 dan ke-7.

“Hasil ini membawa kabar gembira untuk dunia bahwa Sputnik V dapat berkontribusi dalam melawan varian Omicron,” ujar Dmitriev.

Tinggalkan Komentar