Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Vaksinasi COVID-19 Dosis Keempat untuk Masyarakat Tidak Dalam Waktu Dekat

Senin, 01 Agu 2022 - 19:39 WIB
vaksin booster kedua dosis keempat - inilah.com
Vaksin Booster jenis Pfizer - (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan bahwa pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua untuk masyarakat menunggu cakupan vaksinasi booster pertama mencapai 50 persen dari target sasaran.

“Untuk masyarakat tunggu dulu, prioritas kita saat ini vaksin booster pertama, saat ini baru 26,8 persen, target kita kan 50 persen. Pak Menteri minta sampai 70 persen. Kepada masyarakat yuk kita sama-sama meningkatkan cakupan,” katar Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril secara daring di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Pemerintah menargetkan pemberian vaksin COVID-19 kepada 208.265.720 juta orang yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19.

Saat ini, pemberian vaksin dosis keempat atau booster kedua baru diperuntukkan bagi tenaga kesehatan mengingat durasi proteksi booster pertama cenderung mulai menurun.

Baca juga
Kenali Penyakit Autoimun yang Serang Imunitas Diri Sendiri

“Tenaga kesehatan sudah 12 bulan dilakukan booster pertama sehingga efektifitas antibodinya sudah menurun,” tuturnya.

Vaksin booster kedua itu akan diberikan kepada 1,9 juta tenaga kesehatan.

“Sementara orang dengan risiko tinggi seperti usia lanjut dan komorbid akan menyusul,” ujarnya.

Terkait pemberian vaksinasi COVID-19 kepada anak di bawah usia enam tahun, Syahril menyampaikan, saat ini masih menunggu kajian dan rekomendasi Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI).

“Setiap akan diberikan vaksinasi itu melalui kajian. Nah, kajian di Indonesia itu dilakukan oleh ITAGI, tentu saja nanti membutuhkan waktu dan akan ada perkembangan selanjutnya,” jelasnya.

Baca juga
Protokol Kesehatan untuk Jemaah Haji saat Pulang ke Tanah Air

Pemberian vaksin pada anak di bawah usia enam tahun itu juga harus mendapatkan rekomendasi dari BPOM untuk jenis vaksinnya.

Tinggalkan Komentar