Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Varian Omicron di Ibu Kota Capai 2.404 Kasus

Varian Omicron di Ibu Kota Capai 2.404 Kasus

Kasus COVID-19 varian Omicron masih di DKI Jakarta terus bertambah. Data terbaru menyebutkan jumlah kasus varian Omicron sudah sampai 2.404 kasus.  Rinciannya 1.309 orang pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya merupakan transmisi lokal.

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit kini sudah mencapai 45 persen. Kemudian untuk keterisian di Intensive Care Unit (ICU) di angka 14 persen.

Sementara itu Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria berharap penanganan khususnya terkait varian Omicron bisa terkendali dengan baik.

“Jadi kita tunggu saja. Mudah-mudahan masalahnya terkait Omicron bisa kita kendalikan dengan baik,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Baca juga
Perusahaan Militer Swasta Melihat Peluang dalam Perang Ukraina

Sementara itu, kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia sudah mencapai 1.998. Kasus omicron itu paling banyak pelaku perjalanan luar negeri dari Arab Saudi dan Turki. Bahkan berdasarkan data Kemkes, kasus omicron dari pelaku perjalanan luar negeri mencapai 1.309. Riciannya perjalanan Arab Saudi sebanyak 156, Turki 135, kemudian US 107, Malaysia 84, dan UEA 75 kasus.

Sementara itu kasus omicron transmisi lokal sebanyak 622, tidak terdeteksi ada 67 kasus.

Sementara itu kasus omicron transmisi lokal sebanyak 622, tidak terdeteksi ada 67 kasus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin  mengungkap ada tiga orang pasien Omicron yang meninggal dunia. Ketiganya sempat menjalani perawatan di ICU.
Ketiga pasien itu dirawat di RSPI Sari Asih Ciputat, RSPI Sulianto Saroso Jakarta, dan RSJPD Harapan Kita Jakarta.

Baca juga
ASN Hamil, Sakit, dan Menikah yang Boleh Cuti Saat Nataru

Dua orang pasien mengalami gejala berat dan seorang lagi gejala ringan. Ketiga orang pasien yang meninggal itu ialah M (64), MS (54), dan KSK (78).

Budi menyebut dua orang di antaranya bukan pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, satu pasien merupakan pelaku perjalanan luar negeri, yakni dari Belanda.

Tinggalkan Komentar