Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Varian Omicron Tanda Bahaya COVID-19 Masih Ada

Jumat, 17 Des 2021 - 11:19 WIB
Penulis : Willi Nafie
Varian Omicron Tanda Bahaya COVID-19 Masih Ada

Varian Omicron tanda bahaya COVID-19 masih ada. Semua lapisan masyarakat harus meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Hal ini penting dalam menghadapi mutasi virus corona varian baru itu.

“Tetap waspada tapi tidak perlu panik. Pemerintah sudah sampaikan yang penting disiplin terhadap protokol kesehatan,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari, Jumat (17/12/2021).

Putih Sari meminta pelayanan kesehatan perlu disiapkan secara maksimal agar terjangkau masyarakat. Pasalnya temuan kasus varian Omicron tanda bahaya COVID-19 masih ada.

“Dan menurut para ahli juga kalau situasi pandemi akan menjadi endemi nantinya jadi mau tidak mau kita akan menjalani hidup berdampingan dengan COVID-19 dengan kebiasaan baru protokol-protokol kesehatan yang ada,” ungkap Putih Sari.

Putih Sari mengingatkan vaksinasi COVID-19 tetap penting. Varian virus mematikan itu masih bermutasi. Buktinya ada temuan varian Omicron.

“Walaupun secara capaian vaksinasi kita cukup baik, tapi dari hasil raker Komisi IX kemarin terlihat masih banyak ketimpangan, di beberapa daerah masih ada yang di bawah 70 persen capaian vaksinasinya,” ucapnya.

Baca juga
Dadang, Potret Pengemudi Ojol Berjuang untuk Sambung Napas Anak

Putih Sari menyampaikan, gerak cepat pemerintah melakukan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun merupakan langkah maju.

“Sebagai langkah pencegahan karena sistem belajar tatap muka sudah dimulai dan juga berdasarkan rekomendasi dari Komite ITAGI anak-anak perlu diberikan vaksin,” kata dia.

Ahli Epidemiologi Iwan Ariawan menambahkan, varian Omicron dapat dihadapi dengan protokol kesehatan. Lalu tes lacak, isolasi, serta vaksinasi.

” Apalagi saat Nataru banyak terjadi mobilitas dan kerumunan masyarakat,” kata Iwan Ariawan.

Menurut dia cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata sangat penting. Vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun juga dapat melindungi para buah hati dari virus.

“Ini langkah maju untuk melindungi anak-anak kita,” ungkap Iwan.

Kasus Varian Omicron Mulai Terdeteksi di Indonesia

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan temuan kasus varian COVID-19 Omicron di Indonesia. Pasien yang terkonfirmasi pekerja pembersih di Rumah Sakit Wisma Atlet. Ada tiga pasien dan sedang menjalani karantina di rumah sakit Wisma Atlet.  Ketiganya tidak mengalami gejala dalam kondisi sehat.

Baca juga
Golkar Harap Penolakan UAS Tidak Pengaruhi Hubungan RI-Singapura

“Satu dari tiga itu positif Omicron. Yang duanya tidak. Ketiga orang ini tanpa gejala, masih sehat, tidak ada demam, tidak ada batuk-batuk,” kata Menkes saat temu media virtual, Jakarta, Kamis, (16/12/2021).

Varian Omicron COVID-19 Tanda Bahaya?

Menkes menekankan agar masyarakat Indonesia tidak perlu panik atas temuan dari varian Omicron di Indonesia. Hal yang terpenting saat ini adalah bagaimana menjalankan hidup dengan normal.

Jangan lalai dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Masyarajat jangan kendor untuk terus memakai masker dan menjaga jarak. Pastikan tidak terlalu berkerumun pada acara dengan banyak orang.

Omicron Varian Terbaru Virus Corona

Varian COVID-19 Omicron bermutasi 70 kali lebih cepat dari versi asli corona dan varian Delta dalam 24 jam. Awalnya, varian Omicron terdeteksi pada akhir November di Afrika Selatan (Afsel).

Hingga kini, sudah lebih dari 72 negara terinfeksi varian COVID-19 terbaru itu. Omicron menimbulkan gejala ringan. Meski begitu, Inggris baru saja melaporkan kematian pertama akibat Omicron baru-baru ini.

Baca juga
Foto Aktivitas Warga di Kawasan TIM saat Kasus Positif COVID-19 Kembali Naik

Varian Omicron masuk ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori variant of interest (VoI). VoC merupakan kategori tertinggi untuk varian virus COVID-19 terkait penularan, gejala penyakit, risiko infeksi ulang, dan efek vaksin. Sebelumnya, varian virus yang masuk dalam kategori ini adalah Alpha, Beta, Gamma dan Delta karena penyebarannya yang cepat.

Tinggalkan Komentar