Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Vatikan Sudah Jatuhkan Sanksi ke Uskup Belo Sejak 2019 Terkait Skandal Pelecehan Seks

Jumat, 30 Sep 2022 - 17:34 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Vatikan Sudah Jatuhkan Sanksi ke Uskup Belo Sejak 2019 Terkait Skandal Pelecehan Seks
Uskup Belo

Vatikan sudah menjatuhkan sanksi kepada Uskup Carlos Ximenes Belo (uskup Belo) dari Timor Leste terkait skandal pelecehan seksual yang dia lakukan selama tahun 1990-an.

Vatikan mengumumkan ini sehari setelah majalan Belanda, De Groene Amsterdam mengungkap kasus pelecehan seksual yang Uskup Belo lakukan terhadap anak laki-laki di Timor Leste. Majalah ini melaporkan kasus pelecehan Uskup Belo berdasarkan dua orang saksi korban.

Juru Bicara Vatikan, Matteo Bruni mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan terhadap ‘prilaku’ Uskup Belo pada 2019. Setelah itu Vatikan sudah melakukan pembatasan dan larangan terhadap sang uskup.

Selain itu, sanksi lain yang Vatikan jatuhkan adalah melarang Belo melaksanakan layanannya sebagai pemuka agama Katolik dan melarangnya melakukan kontak dengan anak di bawah umur dan pihak Timor Leste.

Baca juga
Ditahan, Oknum Dosen Unsri yang Lecehkan Mahasiswanya

Bruni mengatakan, Vatikan juga sudah memodifikasi dan memperkuat lagi sanksi terhadap Belo pada November 2021. Bahkan Belo sudah membuat pengakuan dan menerima sanksi tersebut dalam dua kesempatan itu.

Meski begitu, Vatikan tak menjelaskan mengapa Paus saat itu, St Yohanes Paulus II, mengizinkan Belo mengundurkan diri sebagai kepala gereja di Timor Leste pada 2002, tepatnya dua dekade lebih awal sebelum skandal ini terungkap.

Vatikan juga tidak menjelaskan mengapa pihaknya mengizinkan Belo dikirim ke Mozambik tempat dia bekerja dengan anak-anak.

Uskup Belo Diduga Lakukan Pencabulan ke Anak-anak

Sebelumnya, majalah Belanda, De Groene Amsterdammer, mengungkap pelecehan seksual yang Uskup Belo lakukan terhadap sejumlah anak laki-laki di Timor Leste selama periode 1990-an.

Baca juga
Foto: Kampanye Cegah dan Lapor Tindak Pelecehan Seksual di Kereta Api

Kepada De Groene Amsterdammer, dua korban menuturkan menerima pelecehan seksual dari Belo di rumahnya di Dili saat berusia 14-16 tahun dengan imbalan uang.

Menurut majalah itu, masih ada beberapa korban pelecehan lainnya yang belum buka suara.

Skandal Belo ini mengguncang Timor Leste karena menganggap sang mantan uskup sebagai pahlawan karena berjuang memenangkan kemerdakaan Timor Timur dari Indonesia.

“Kami di sini juga terkejut mendengar berita ini,” kata seorang pejabat di Keuskupan Agung Dili di Timor Timur, Kamis, kepada The Associated Press dengan syarat anonim.

Dia mengatakan pada konferensi pers di Dili bahwa “kami akan tetap berdiri bersama Uskup Belo, karena kami menyadari, sebagai manusia, Belo memiliki kelemahan atau kesalahan seperti orang lain. Jika dia melakukan kesalahan, itu kesalahan pribadinya, tidak ada hubungannya dengan agama.”

Tinggalkan Komentar