ViBiCloud Kantongi Dua Spesifikasi Azure dari Microsoft

ViBiCloud Kantongi Dua Spesifikasi Azure dari Microsoft - inilah.com

ViBiCloud penyedia solusi cloud di Indonesia, mengumumkan pencapaianya dengan mendapatkan dua spesialisasi tingkat lanjut (advanced specialization) yaitu Windows Server and SQL Server Migration to Microsoft Azure, dan Linux and Open Source Database Migration to Microsoft Azure.

Chief Executive Officer (CEO) of ViBiCloud Alfonsus Bram Radityo Nugroho, mengatakan, sejak awal ViBiCloud berdiri, pihaknya sebagai perusahaan Indonesia terus berjalan dengan semangat untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna di Indonesia.

“ViBiCloud melengkapi diri dengan menyediakan spesialisasi khusus yang telah terbukti dan diaudit oleh Microsoft kepada pelanggan mereka di seluruh dunia. Dengan spesialisasi yang telah kami peroleh, kami dapat memastikan bahwa para ahli kami juga terbukti mengikuti standar kelas dunia, dan hal ini menjadi pembuktian dan komitmen kami untuk terus mendorong percepatan transformasi digital ke Indonesia 4.0,” kata Alfonsus.

Baca juga  Striker Crystal Palace Wilfried Zaha Jadi Sasaran Rasis di Medsos

Windows Server and SQL Server Migration to Azure adalah sebuah validasi tingkat lanjut untuk pengetahuan mendalam, pengalaman luas, dan keahlian mitra akan solusi dalam memigrasikan beban kerja berbasis Windows Server dan SQL Server ke Azure.

Sedangkan Linux dan Open Source Databases Migration to Microsoft Azure adalah sebuah validasi yang sama untuk pengalaman dan keahlian mitra yang telah terbukti dalam memigrasikan database berbasis Linux dan Open Source (seperti MySQL dan PostgreSQ) ke Azure.

“Dengan kedua spesialisasi tingkat lanjut ini, ViBiCloud menunjukkan bahwa mereka menjadi salah satu dari banyak mitra Microsoft di seluruh dunia yang tervalidasi dan memenuhi seluruh kriteria keahlian yang dikontrol ketat dalam proses migrasi beban kerja ke Azure. Hanya mitra yang memenuhi kriteria ketat seputar keberhasilan pelanggan dan keterampilan staf, serta lulus audit pihak ketiga atas praktik migrasi mereka, yang memperoleh spesialisasi tingkat lanjut,” ujar Alfonsus.

Baca juga  Peringkat FIFA: Belgia Masih di Puncak, Indonesia Naik 10 Tingkat

Sementara itu Rodney Clark, Corporate Vice President, Global Partner Solutions, Channel Sales and Channel Chief Microsoft menambahkan, spesialisasi tingkat lanjut juga sebagai ajang memilih mitra yang dapat dianggap paling mampu dalam proses migrasi beban kerja berbasis Windows dan Linux ke Azure.

“ViBiCloud dengan jelas menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengalaman untuk menawarkan klien solusi migrasi yang sukses sehingga mereka dapat mulai menikmati manfaat cloud,” tandas Clark.

Sekedar informasi pula, teknologi komputasi awan kini menjadi alternatif yang berkembang di Asia Tenggara di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, bahkan untuk pasar cloud di Asia Tenggara menurut data dari International Data Corporation (IDC) akan tumbuh pada pertumbuhan majemuk tahunan alias compound annual growth rate (CAGR) sebesar 18,9 persen di periode 2020- 2024.

Baca juga  68% Pemain di Liga Premier Inggris Sudah Peroleh Vaksin COVID-19 Lengkap

Sementara berdasarkan laporan The Future of Cloud in Asia Pacific dari Cisco dan BCG, pengeluaran infrastruktur informasi dan teknologi (IT), serta public cloud Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Laporan tersebut menemukan, CAGR atas pengeluaran layanan public cloud di Indonesia mencapai 25 persen. 

Adapun, Malaysia hanya mencatat 23 persen dan Singapura 20 persen. Tidak hanya itu, pengeluaran perusahaan di Indonesia untuk teknologi informatika sebesar 13 persen selama 2020—2024. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang hanya menyumbang 10 persen dan Singapura 8 persen.

Tinggalkan Komentar